Tribun Jogja PAF 2016
Babak Kualifikasi TJPAF 2016 Regional Sleman Dihentikan Sementara
Pihak panitia tetap menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan turnamen bergengsi yang sudah memasuki usia ketujuh tersebut.
Penulis: khr | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran TJPAF 2016 babak Kualifikasi Regional Sleman dihentikan sementara.
Hal itu seiring terjadinya kasus kekerasan yang menimpa beberapa siswa SMKN 1 Cangkringan Sleman, seusai menonton timnya bertanding di GOR Pangukan Sleman, Selasa (20/9/2016) kemarin.
Penanggung Jawab TJPAF 2016, Theodorus Danang, mengatakan walaupun kejadian tidak ada kaitannya dengan turnamen tersebut, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya turnamen ditunda untuk sementara waktu.
Walaupun begitu, pihak panitia tetap menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan turnamen bergengsi yang sudah memasuki usia ketujuh tersebut.
"Pasti tetap dijalankan, kami usahakan secepatnya mendapat kepastian. Kami harus komunikasikan dulu dengan berbagai pihak dengan kepolisian, pihak GOR dan lainnya," ujarnya Rabu (21/9/2016).
Dia menambahkan bahwa selama turnamen yang sudah berjalan dua hari tersebut, pertandingan selalu berjalan kondusif baik di dalam maupun di luar GOR tanpa ada gesekan yang berarti.
Sehingga peristiwa kekerasan tersebut sangat mengejutkan.
Dia juga menyambut baik respon cepat dari pihak kepolisian yang dalam waktu singkat bisa membekuk para pelaku yang ternyata memiliki motif dendam, dan tidak ada kaitannya dengan turnamen.
"Terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bergerak cepat sehingga semua bisa tenang kembali dan tidak khawatir lagi," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan penanggung jawab tim SMKN 1 Cangkringan, Oki Oktavian, yang berterimakasih atas respon cepat kepolisian.
Pihaknya memang sudah menyerahkan kasusnya kepada pihak kepolisian.
"Kita serahkan kepada pihak kepolisian, kami percaya hukum akan ditegakkan dengan baik," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa kasus yang menimpa siswanya adalah murni kekerasan yang tidak ada sangkut pautnya dengan almamater, apalagi turnamen futsal.
"Siswa kita murni diserang, tidak ada yang namanya tawuran karena kami tidak melakukan perlawanan tidak membalas," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/paf2016_logo_20160729_214044.jpg)