Ada-ada Saja Alasan Para Pelajar Ini saat Terjaring Razia Polisi karena Bolos Sekolah

Setidaknya ada 11 pelajar dari berbagai sekolah yang terjaring razia yang digelar pada Selasa (20/9/2016) kamarin.

Ada-ada Saja Alasan Para Pelajar Ini saat Terjaring Razia Polisi karena Bolos Sekolah
Ist
Jajaran kepolsian sektor Wirobrajan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Widya Mustika menggelar razia pelajar yang membolos di jam sekolah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran kepolsian sektor Wirobrajan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Widya Mustika menggelar razia pelajar yang membolos di jam sekolah.

Setidaknya ada 11 pelajar dari berbagai sekolah yang terjaring razia yang digelar pada Selasa (20/9/2016) kamarin.

Kompol Widya mengatakan pihaknya memang menggiatkan patroli dan razia terutama di jam-jam sekolah.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kenakalan remaja.

"Kami bergerak sejak pagi. Patroli di sekitar jalan Pierre Tendean, muter-muter cari tempat tongkrongan mereka dan mengamankan 11 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Yogyakarta," jelasnya, Rabu (21/9).

Para pelajar tersebut berkeliaran sejak pagi, dan masih mengenakan seragam sekolah. Mereka membolos saat teman lainnya menuntut ilmu di sekolah.

"Dari pengakuan mereka, ada yang terlambat masuk sekolah. Aturan sekolah mereka kalau terlambat tidak boleh ikut pelajaran. Akhirnya mereka nongkrong-nongkrong. Tapi ada juga yang niat tidak masuk sekolah," bebernya.

Para pelajar yang ketahuan membolos tersebut lantas digelandang ke mapolsek untuk kemudian dilakukan pembinaan.

Orang tua juga dihadirkan dan diberi pengertian dan imbauan agar dapat lebih mengawasi anak-anak mereka.

Kompol Widya meminta para pelajar itu untuk sungkem ke orangtua yang menjemput mereka.

"Sungkem, supaya mereka ingat bahwa orang tidak minta balas bud atas pengorbanan mereka, namun sebagai anak mereka harus selalu ingat bahwa orang tua sudah bekerja keras untuk membesarkan mereka, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya," ujarnya.

"Jangan sampai orang tua kecewa, sedih dan menangis karena tingkah laku anak-anak mereka," imbuhnya. (tribunjogja.com)

Penulis: nto
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved