Incumbent Telah Kantongi Rekomendasi Meski Tanpa Wakil, Syauqi Masih Memiliki Harapan
Figur yang selama ini dipandang akan menjadi kuda hitam di Pilwalkot Yogyakarta, Syauqi Soeratno, hingga kini belum mendapat rekomendasi.
Penulis: mrf | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sehari jelang pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) ke KPU, dua incumbent, Haryadi Suyuti dan Imam Priyono telah mengantongi surat rekomendasi dari masing-masing partai.
Bahkan, Imam Priyono sudah menjadwalkan rencana pendaftaran ke KPU.
Sementara, figur yang selama ini dipandang akan menjadi kuda hitam di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta, Syauqi Soeratno, hingga kini belum mendapat rekomendasi.
Di Gerindra, proses penjaringan masih berlangsung. Sedang di PDIP, peluang Syauqi telah tertutup.
Namun demikian, akhir-akhir ini beredar kabar, Gerindra dan PPP siap berkoalisi mengusung Syauqi. Berdasar informasi yang diterima Tribun Jogja, Syauqi akan dikawinkan dengan relasi petinggi DPP PPP versi Romahurmuziy di Pilwalkot Yogyakarta mendatang.
Saat Tribun Jogja mencoba konfirmasi ke Ketua Tim Penjaringan DPC Gerindra Kota Yogyakarta, Hariyanto, meski tak mengamini, namun dikatakannya bahwa peluang Gerindra berkoalisi dengan PPP terbilang besar. Pun peluang Syauqi diusung kedua partai itu juga demikian.
Di samping itu, menurutnya, Gerindra dan PPP memiliki kekecewaan yang sama saat PKS menentukan pilihan mendukung Haryadi Suyuti tanpa berkomunikasi terlebih dulu.
Sebab beberapa bulan sebelumnya, lanjut Hariyanto, Gerindra, PPP, dan PKS berjanji akan membangun koalisi.
“Namun secara sepihak, tanpa ada penjelasan, PKS pada detik-detik terakhir pindah haluan. Koalisi Gerindra dan PPP sangat mungkin,” katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (19/9/2016) malam.
Senada, Ketua DPD Gerindra DIY, Brigjend TNI (Purn) Nuryanto menegaskan, Syauqi masih memiliki peluang diusung Gerindra di Pilwalkot mendatang.
Hanya saja, dia tidak bisa memberi bocoran figur yang akan diusulkan ke DPP lantaran tengah dibahas oleh internal partai.
“Mas Syauqi masih berpeluang, sekarang ini kita masih memproses. Tapi seluruhnya tergantung keputusan DPP, DPD sebatas mengusulkan,” kata Romo Nur, sapaan akrabnya.
Wakil Ketua DPC PPP Kota Yogyakarta, Supriyanto Untung mengaku belum mengetahui isu relasi Ketua DPP PPP, Romahurmuziy akan disandingkan dengan Syauqi Soeratno.
Namun dia tak menampik bahwa DPP PPP versi Romahurmuziy dapat mengintervensi Pilwalkot Yogyakarta.
“Apalagi DPP versi Romahurmuziy sah di mata Kemenkumham. Selain itu sesuai UU Pilkada, DPP berhak mendaftarkan calonnya langsung ke KPU,” ucap Lilik, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan apabila DPP PPP versi Romahurmuziy memotong kompas dengan melakukan kesepakatan politik dengan DPP Gerindra, maka akan terbangun poros baru.
Ketika hal itu terjadi, pihaknya tak dapat melakukan apapun lantaran kepengurusannya berkiblat pada PPP versi Djan Faridz.
“Kita tidak akan menentang. Simpatisan dan kader hanya akan kami persilakan menggunakan hati nurani untuk memilih yang terbaik di antara 3 kandidat,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pilwali_20160419_200615.jpg)