Peluncuran buku: Indonesia Bergerak 2 : Mozaik Kebijakan Publik di Indonesia 2016

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari hasil perbincangan diskusi mingguan mahasiswa dan pegiat Magister Administrasi Publik

Penulis: pdg | Editor: oda
tribunjogja/padhang pranoto
Bertempat di Ruang Seminar Magister Administrasi Publik, Sekip, peluncuran buku Indonesia Bergerak 2 : Mozaik Kebijakan Publik di Indonesia 2016 diisi dengan diskusi. Pada acara itu, menghadirkan tiga pembicara yakni Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto (pertama dari kiri), Dosen Fisipol UGM Ari Sudjito (dua dari kiri) dan Dosen Fisip UI Irwansyah (tiga dari kiri, acara itu dimoderatori oleh Yuyun Purbokusumo (empat dari Kiri). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas Sekip atau lebih dikenal dengan MAP corner - Klub MKP Fisipol UGM, meluncurkan buku bertajuk "Indonesia Bergerak 2 : Mozaik Kebijakan Publik di Indonesia 2016", Sabtu (17/9/2016) siang.

Bertempat di Ruang Seminar Magister Administrasi Publik, Sekip, peluncuran buku tersebut juga diisi dengan diskusi. Pada acara itu, menghadirkan tiga pembicara yakni Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto, Dosen Fisipol UGM Ari Sudjito dan Dosen Fisip UI Irwansyah.

Pada paparannya, Erwan Agus Purwanto mengungkapkan, buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari hasil perbincangan diskusi mingguan mahasiswa dan pegiat Magister Administrasi Publik beserta Manajemen dan Kebijakan Publik (MAP corner - Klub MKP Fisipol UGM).

Secara rutin Komunitas Sekip berkumpul setiap hari Selasa untuk membicarakan pelbagai persoalan publik.

"Dulu sewaktu kami masih muda ada gagasan untuk mengumpulkan energi-energi kreatif mahasiswa untuk berkumpul dan dan berdiskusi masalah bangsa. Dari hal kecil tersebut, kini jamaah MAP Corner luar biasa yang mengikuti Majelis Selasanan," tutur Erwan.

Ia mengatakan, isu-isu yang dibahas dalam komunitas tersebut seputar permasalahan publik yang muncul setelah Reformasi 1998.

Menurutnya, sejak saat itu Indonesia memang menjadi bangsa yang demokratis, namun demikian demokratisasi yang hadir tetap membutuhkan pengawalan.

Tidak hanya itu, dalam pengantar buku tersebut, komunitas ini seringkali mengangkat tema-tema yang dianggap tabu dibicarakan.

"Komunitas Sekip dibentuk dengan idealisme untuk membangun iklim berfikir kritis di kalangan para mahasiswa MAP maupun lingkungan Fisipol UGM dalam skala yang lebih besar," katanya.

Perlu diketahui, komunitas ini didirikan pada 14 Juni 2011. Pada tahun ini genap berusia lima tahun, dan telah menghelat ratusan kali diskusi. Hasil diskusi dan pemikiran itu telah didokumentasikan pada tiga buah buku, termasuk buku tersebut.

Dosen Fisipol UGM Ari Sudjito mengapresiasi peluncuran buku oleh Komunitas Sekip tersebut. Ia juga berharap diskusi yang diadakan oleh MAP corner - Klub MKP Fisipol UGM dapat mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan berdemokrasi.

Dosen Fisip UI Irwansyah mengatakan, agar buku ini tak hanya menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa saja, namun lebih luas kepada khalayak ramai. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved