Mencicipi Gurihnya dan Renyahnya Kripik Olahan Jangkrik ala Aji Kurniawan
Binatang yang termasuk dalam keluarga serangga tersebut diolah menjadi beragam makanan yang lezat.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Kedua makanan ini memiliki tekstur yang crispy. Ketika mencicipinya, rasa gurih daging jangkrik akan langsung terasa.
Rasa jangkrik sendiri seperti kebanyakan hewan berprotein tinggi lainnya, seperti udang dan belalang. Cemilan ini pas sebagai kudapan atau pun untuk lauk makan.
"Untuk membuat nuget, jangkrik disangrai dulu hingga kering. Setelah itu masih harus dioven agar benar-benar kering. Setelah dipastikan kering jangkrik diblender agar menjadi tepung," jelas Aji.
Setelah tepung jangkrik siap, langsung dibuat adonan dengan bahan lainnya, yakni tepung terigu, tepung panir, dan kuning telur. Adonan yang telah jadi kemudian dikukus. Tahap terakhir dipotong kecil-kecil sebelum digoreng.
Nuget jangkrik ini tidak kalah enaknya dibanding dengan nuget ayam ataupun ikan, dengan rasa yang gurih dan enak. Sedang, balado jangkrik adalah jenis makanan paling baru yang dibuat Aji.

Sebelum dimasak dengan bumbu balado yang pedas nan mantap, jangkrik terlebih dahulu digoreng. Perpaduan gurih daging jangkrik dan bumbu balado yang pedas, terasa sangat pas di mulut.
"Untuk nuget dan balado ini hanya mampu bertahan sekitar tiga hari. Jadi bagi yang menginginkannya harus pre order terlebih dahulu. Sedang untuk keripik dan peyeknya bisa bertahan hingga tiga minggu," kata Aji.
Usaha makanan jangkrik yang diberi label Jangkrik Tumin ini direspons baik oleh masyarakat. Dalam seminggu Aji mampu memproduksi 400 kemasan makanan dari jangkrik ini, dengan masing-masing kemasan memiliki berat satu ons.
Tidak hanya rasanya yang enak, jangkrik ini adalah hewan yang memiliki banyak manfaat. Jangkrik memiliki kandungan protein yang begitu tinggi, selain itu kandungan progesteronnya juga tinggi, sehingga baik untuk ibu hamil dan menyesui.
"Kandungan antioksida dalam jangkrik juga tinggi sehingga baik untuk jantung. Masih ada kandungan omega tiga yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak," ujar Aji menjelaskan.
Selama ini Aji mengandalkan media online untuk berjualan. Selain itu, pemuda bergelar Sarjana Komputer tersebut juga menitipkan di beberapa warung oleh-oleh yang ada di kawasan Parangtritis dan Malioboro.
Untuk harga, satu kemasan makanan dari berbahan jangkrik ini dijual dengan harga Rp15 ribu.
"Rata-rata dalam seminggu setidaknya omzet yang diperoleh sekitar Rp10 juta," katanya.
Dalam menjalankan usaha ini Aji juga memberdayakan masyarakat sekitar. Untuk memproduksi makanan, dia mengajak ibu-ibu PKK desa Wonolagi. Sedang untuk pembudidayaan jangkrik dirinya menggandeng pemuda setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kripik-jangkrik_20160906_160524.jpg)