Hama Penggerek Batang Ancam Petani Klaten

Dari 14.924 hektare lahan tanam padi pada tengah bulan (TB) I Agustus, 74 hektar terserang hama penggerek batang dan 251 hektare masuk areal waspada.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Petani di Desa Kurung, Ceper sedang mempersiapkan benih yang siap ditanam, Rabu (20/7/2016). Varietas padi raja lele kurang diminati oleh petani 

Laporan Reporter Tribuin Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Serangan organism pengganggu tanaman (OPT) penggerek batang masih menjadi momok bagi petani padi. Kondisi cuaca ekstrim dengan intensitas hujan yang masih tinggi, disebut-sebut sebagai pemicunya.

Data Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten menyebut, dari 14.924 hektare lahan tanam padi pada tengah bulan (TB) I Agustus, 74 hektar terserang hama penggerek batang dan 251 hektare masuk areal waspada.

Serangan tersebut masih bertahan ini TB II Agustus, dari 15.144 hektare lahan tanam padi, sebanyak 51 hektare positif terserang pengerek batang dan areal waspada mencapai 247 hektare.

Adapun wilayah serangan hamatersebut hampir merata. Terdapat 20 kecamatan dari 26 kecamatan yang areal persawahannya terserang penggerek batang.

Bagaimana langkah Pemkab Klaten mengantisipasi ancaman serangan hama itu, simak Tribun Jogja edisi Sabtu (3/9/2016). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved