Harga Tembakau Anjlok Bikin Petani Menjerit
Petani di salah satu kabupaten di Jawa Timur itu menjerit karena harga tembakau yang sebelumnya dihargai Rp 8 ribu per kilogram, menjadi Rp2.500
TRIBUNJOGJA.COM - Hingar bingar wacana kenaikan harga rokok sebungkus Rp 50 Ribu, bertolak belakang dengan nasib yang dialami petani tembakau di Magetan.
Petani di salah satu kabupaten di Jawa Timur itu menjerit karena harga tembakau yang sebelumnya dihargai Rp 8 ribu per kilogram, di panen kali ini hanya Rp 2.500.
"Menanam tembakau saat ini sudah tidak menjanjikan. Harganya anjlok, jauh dibawah harga panen tahun lalu," ujar Narno, petani tembakau asal Dusun Ndok-an, Desa Pacalan, Plaosan, Magetan, kepada Surya (Tribun Network), Senin (29/8/2016).
Hasil panen daun tembakau saat ini hanya dihargai Rp 2.700 per kilogram, itu pun harus dijual di Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
"Petani umumnya tidak tahu, kenapa harga daun tembakau begitu rendah. Harga saat ini turun lebih dari setengah harga panen tahun lalu. Panen tahun lalu mencapai Rp 8 ribu per kilogram," imbuh dia.
Supadmi, pengepul daun tembakau asal Dusun Suruhan, Desa Getasanyar, Sidorejo, Magetan, membenarkan anjloknya harga jual daun tembakau di wilayah Magetan.
Bahkan, Supadmi membeli dari petani per kilogram tertinggi Rp 2500.
"Saya membeli Rp 2.500 per kilogram dengan syarat daunnya bersih, tidak ada bintik-bintik kuning kehitaman. Saat ini karena ketidakpastian iklim, menjadikan tanaman daun tembakau rusak terkena penyakit jamur," ujar Supadmi saat ditemui di rumahnya yang merangkap gudang.
Supadmi menampung daun tembakau hasil panen petani di Kecamatan Sidorejo dan Plaosan, kemudian disetorkan ke juragan tembakau di Parakan, Temanggung, Jateng.
"Kami berani membeli dengan harga Rp 2500 per kilogram. Murahnya harga panenan daun tembakau hasil panenan ini karena banyak daun tembakau terserang jamur setelah terkena air hujan," beber Supadmi. (Surya/Doni Prasetyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tembaku-di-klaten_20160808_173901.jpg)