7 Fakta Seputar Capung yang Menakjubkan

Berikut ini tujuh fakta seputar capung yang mungkin akan mengubah pandangan Anda terhadap serangga unik, kuno, dan sangat bervariasi ini.

Tayang:
Editor: oda
net
Ilustrasi 

Dengan kecepatan, jarak, daya tahan dan fleksibilatasnya, capung menjadi salah satu penerbang paling luar biasa di Planet Bumi.

4. Pengelihatan yang luar biasa

Mata capung mendominasi hampir seluruh kepala mereka. Capung memiliki mata majemuk yang berisi 30.000 segi, masing-masing memberikan informasi tentang lingkungan di sekeliling capung.

Sudut pandangnya nyaris mencapai 360 derajat, sehingga memungkinkan mereka untuk melihat serangga kecil dan menyergapnya sekaligus menghindari tabrakan dengan serangga lain.

Bukan hanya itu, capung juga dapat melihat dunia dalam warna-warna yang tak bisa kita bayangkan. Kita melihat warna kombinasi merah biru dan hijau berkat adanya tiga jenis protein sensitif cahaya berbeda pada mata kita yang disebut opsin.

Sementara capung, memiliki tidak kurang dari 11 opsin berbeda, dan beberapa spesies memiliki 30 opsin.

5. Bisa hidup hingga 2 tahun di dalam air

Capung meletakkan telur mereka di air dan ketika larva muncul, mereka hidup di dalam air hingga lebih dari 2 tahun. Bahkan di daerah-daerah tertentu, beberapa jenis capung tetap berada dalam bentuk larva hingga enam tahun.

Mereka berganti kulit sampai 17 kali hingga akhirnya mereka siap keluar dari air dan bertransformasi menjadi capung yang sering kita lihat di udara.

Larva capung juga memiliki ketangkasan menangkap mangsa di dalam air. Makanan mereka sangat bervariasi, sesama larva capung, larva serangga lain, berudu, bahkan ikan. Benar-benar predator sejati!

6. Beberapa spesies capung bertelur di air asin

Hanya ada sedikit serangga yang hidup di lautan. Penjelasan yang mungkin adalah, karena air laut sangat asin dan sebagian besar serangga mungkin tak akan bisa mentolerirnya. Tapi hal itu bukan masalah bagi capung.

Beberapa spesies, seperti Erythrodiplax berenicei dapat menghasilkan keturunan di air yang berkali lipat lebih asin daripada lautan.

7. Ada suaka alam untuk capung

Capung membutuhkan perlindungan dari berbagai perilaku destruktif manusia, seperti polusi dan hilangnya habitat alami mereka.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved