REALTIME NEWS: Sultan Berharap JFW Jadi Trensetter Mode

Pengambilan tema The Heritage dalam penyelenggaraan JFW ke-11 ini dianggap Sultan HB X tepat seiring ditetapkannya Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/gaya lufityanti
Peragaan Fashion Art membuka JWF 2016 pada Rabu (24/8/2016) di Jogja Expo Center. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berkesempatan membuka Jogja Fashion Week (JFW) 2016 pada Rabu (24/8/2016) di Jogja Expo Center (JEC).

Event fashion terbesar di Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi Trensetter Mode di Indonesia.

Pengambilan tema The Heritage dalam penyelenggaraan JFW ke-11 ini dianggap Sultan HB X tepat seiring ditetapkannya Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada tahun 2014.

"Batik kini telah berkembang melintasi batas-batas teknik, nilai dan fungsi. Konsekuensinya, masyarakat dan pemerintah harus mengembangkan batik secara berkelanjutan," ujarnya saat membuka JFW 2016, Rabu (24/8/2016).

Berkebalikan dengan tren mode dunia yang lebih maju, lanjutnya, JFW 2016 kali ini justru mengajak industri fashion untuk menoleh ke belakang melalui tema The Heritage.

"Melalui sentuhan yang fresh dan style moderen, JWF 2016 mencoba hadirkan wajah baru busana kuno bagi wanita dan pria moderen," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved