Breaking News:

Cari Keadilan, PKL Gondomanan Ajukan Kasasi ke MA

Kasasi tersebut dilontarkan lantaran mereka menempati tanah yang oleh Pengadilan Tinggi haknya dimiliki oleh pengusaha Eka Aryawan.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lima pedagang kaki lima (PKL) Gondomanan yang digugat sebesar Rp 1,12 miliar mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kasasi tersebut dilontarkan lantaran mereka menempati tanah yang oleh Pengadilan Tinggi haknya dimiliki oleh pengusaha Eka Aryawan.

Pernyataan kasasi disampaikan kelima PKL bersama kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Selasa (23/8/2016) kemarin.

Kuasa hukum, Rizky Fatahillah mengatakan kasasi ini dilakukan lantaran kelima PKL masih tetap ingin bertahan di Gondomanan.

Sedangkan dasar pengajuan kasasi, dijelaskan Rizky, karena pihaknya menilai tidak ada alasan cukup kuat dari hakim Pengadilan Tinggi (PT) DIY menguatkan putusan PN Yogyakarta.

"Pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi hanya sebatas meminjam pertimbangan dari hakim Pengadilan Negeri dan tanpa ada pertimbangan yang baru," jelasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi pada 22 juli lalu memutuskan mengabulkan banding dari Eka Aryawan di mana putusan itu menguatkan putusan dari PN Yogyakarta.

Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta sendiri pada 11 Februari lalu, mengabulkan gugatan Eka agar kelima PKL menyerahkan lahan yang ditempatinya kepada Eka Aryawan, karena lahan itu merupakan hak guna Eka berdasarkan surat kekancingan dari Kraton.

Kelima PKL Gondomanan dinilai melawan hukum dan penyerobotan tanah. Namun, Rizky melanjutkan, putusan itu juga tidak mengharuskan PKL membayar Rp 1,12 miliar sebagaimana yang diminta pihak Eka Aryawan.

Rizky menyatakan tidak ada klausul PKL harus membayar ganti rugi Rp1,12 miliar dalam putusan PN dan PT Yogyakarta.

"PKL memang tidak layak digugat dan gugatan itu salah alamat. Seharusnya yang digugat adalah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat selaku pemberi surat kekancingan atau pemberi sewa kepada Eka Aryawan," tandasnya. (*)

Penulis: Santo Ari
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved