Lipsus Pembajakan Buku

Yogyakarta, Surga Buku dan Bajakannya

Pembajakan buku dan penjualan buku bajakan di Yogyakarta sudah tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bukan hal yang baru lagi.

Penulis: dnh | Editor: oda
kompasiana.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mencari buku di Yogyakarta bukanlah hal yang amat sulit, beragam genre dan beragam judul bisa dengan mudah didapatkan di daerah yang selama ini diembel-embeli Kota Pelajar ini.

Namun, tidak semuanya asli, beberapa bahkan banyak yang ternyata bajakan.

Pembajakan buku dan penjualan buku bajakan di Yogyakarta sudah tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bukan hal yang baru lagi.

Eko Prasetyo penulis yang berdomisili di Yogyakarta adalah salah satu korban dari pembajakan, buku-bukunya banyak dibajak termasuk buku lawas Eko.

Ditemui Jumat (19/8/2016) pekan kemarin, Eko menceritakan bagaimana pembajakan buku di Yogyakarta sudah dilakukan tidak lagi sembunyi-sembunyi.

dari sebuah buku yang dibawa oleh seorang mahasiswa dan info dari beberapa rekannya, ia tahu bagaimana buku karyanya dibajak.

Beberapa judul bukunya jadi "idola" untuk dibajak. Seperti Islam Kiri dan yang paling menonjol adalah buku Orang Miskin Dilarang Sekolah.

Dari informasi yang didapatkan ternyata buku itu berasal dari sebuah tempat foto copyan di daerah kampus negeri.

"Anak-anak sudah ngasih tau saya, mas itu dari foto copyan. Yang saya tau Islam kiri, lho dapat dari mana kamu?, oh disana ada mas, tinggal pesan saja," kata Eko.

"Terus saya dikasih tau oleh teman-teman saya yang juga dapat buku saya, lho kamu kok dapat buku ini? ya dari fotocopyan itu. Tempat itu lagi. Tinggal ngopy file saja dan kemudian Islam Kiri itu ada," lanjut Eko yang menyimpan penuh heran, bagaimana tempat pembajakan itu mendapatkan file bukunya.

Terkait dengan pembajakan buku, menurut Eko sebenarnya sudah terjadi sejak lama, terutama untuk buku-buku best seller bahkan ia pernah ditawari buku bajakan saat mau membeli.

Tingginya pembajakan menurutnya sejalan dengan tumbuhnya pasar buku di Yogyakarta. Yogyakarta akhirnya menjadi tempat tujuan untuk mencari buku.

"Selama saya di beberapa kota, Solo, Malang, (pembajakan) tidak sedahsyat disini. Anak Malang aja kalau nyari buku disini. (Bisa disebut) surga buku dan surga buku bajakan, karena surga buku itu di sini (Yogya)," kata Eko.

Penelusuran Tribun Jogja selain di tempat foto copy, buku-buku bajakan sangat mudah untuk ditemukan di Yogyakarta. Terutama di toko-toko tradisional atau di beberapa sentra buku murah yang tersebar di beberapa titik di kota Gudeg ini.

Sebut saja nama Shoping yang amat tersohor itu dan beberapa tempat lain seperti Terban. Selain menjual buku-buku asli, buku bajakan juga ada di sana.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved