Dewan Masih Belum Evaluasi Soal Bantul Expo 2016
Kalangan legislatif hingga kini belum melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Bantul Expo (BE) 2016.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kalangan legislatif hingga kini belum melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Bantul Expo (BE) 2016.
Sebelumnya, pihak komisi A DPRD Kabupaten Bantul menyatakan akan melakukan evaluasi pada gelaran tahunan yang menyedot anggaran Rp 350 juta dari APBD ini.
“Belum ada (evaluasi). Sampai sekarang komisi A juga belum tahu hasil evaluasi dari (panitia BE 2016),” ujar Ketua Komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifudin kepada Tribun Jogja.
Amir menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah memanggil dan mengklarifikasi pihak panitia dalam hal ini adalah para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bagian hubungan masyarakat (humas) Pemkab Bantul.
Dalam klarifikasi ini, pihaknya mendengar jika tidak ada dugaan pungutan liar pada stand dan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang ada di event BE 2016.
Meski demikian, kata Amir, evaluasi yang rencananya digelar pada penutupan Bantul Ekspo ini ditujukan untuk meminta laporan pertanggung jawaban panitia BE.
Selain itu, pihaknya juga akan meminta laporan keuangan, target, dan juga laporan penggunaan anggaran tersebut.
“Kami dari komisi A juga sudah mengingatkan para panitia untuk tidak melanggar aturan,” kata Amir.
Dia juga sempat menyebut, jika memang ada permasalahan ketika dihandel menyeluruh oleh PNS Humas, maka akan lebih baik jika nantinya dipihak ketigakan seluruhnya. Meski demikian, hal ini nantinya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi.
“Kita tunggu saja hasilnya,” paparnya.
Disinggung, persoalan perhelatan BE tahun 2015 yang menyisakan persoalan yang serupa dan ditangani oleh Polres Bantul, komisi A tak ingin melakukan intervensi.
Dia hanya berharap dengan pemanggilan pada pihak panitia BE 2015, justru akan menjadi pelajaran berharga untuk pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau sudah dipanggil polisi, itu sudah ranah penegak hukum. Monggo saja, kami tidak bisa melakukan intervensi. Ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk tahun berikutnya,” ujarnya.
Pihak Ketiga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lapak-ilegal_20160809_080937.jpg)