Delapan Calon Haji Asal DIY Tertunda, Tiga Lainnya Batal Berangkat ke Tanah Suci
Delapan orang jemaah calon haji asal DIY tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci walaupun sudah berangkat ke asrama haji Donohudan, Boyolali
Penulis: khr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Delapan orang jemaah calon haji asal DIY tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci walaupun sudah berangkat ke asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementrian Agama DIY, Noor Hamid mengatakan 8 orang tersebut belum bisa diberangkatkan karena mengalami sakit dan paspornya bermasalah.
Jemaah yang tertunda tersebut adalah Sri Pujiati Surachman asal Cebongan Lor, Mlati, Sleman yang menderita kanker mata serta Bakin Zaini Mustahid asal Ngentak, Tempel, Sleman yang menderita sakit jantung.
"Keduanya saat ini dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo, keduanya berasal dari kloter 29 SOC asal Sleman," jelasnya Senin (22/8/2016).
Lalu ada dua calhaj kloter 28 SOC asal Kulonprogo yaitu Ahmad Nurpat Nurachman yang menderita sakit gagal ginjal, dirawat di Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo bersama istrinya Anis Eni Purwati.
Kemudian pasangan suami istri Komarudin dan Herawati asal Blunyah Gede Mlati Sleman kembali ke rumah karena Herawati mengalami gagal ginjal stadium lima.
"Apabila jemaah yang sakit tersebut nantinya mendapatkan rekomendasi dari rumah sakit dan tim kesehatan embarkasi bisa diberangkatkan maka akan diberangkatkan," tambahnya.
Selain karena masalah sakit dua orang calon jemaah yang lain yaitu pasangan suami istri Aruji Siswanto dan Indriawati asal Perum Jatimas, Balecatur, Gamping, Sleman saat ini harus menunggu revisi visa yang tidak sinkron dengan nama yang ada di paspor.
"Jemaah yang revisinya sudah kelar nanti langsung bisa diberangkatkan," jelasnya.
Selain itu ada pula 3 jemaah calon haji yang akhirnya gagal berangkat karena mengundurkan diri dan sakit.
Ketiganya adalah Sutarto Harjo Dikromo asal Plumbon, Ngemplak, Sleman dan Thoha Abdul Djabar asal Gedongkiwo, Yogyakarta yang mengundurkan diri.
Serta Harjani Taroji Abdul Rahim asal Timbulreji, Maguwoharjo, Sleman yang mengundurkan diri akibat sakit gagal ginjal. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wukuf_2409_20150924_215845.jpg)