Dewan Kritik 2 Proyek Pemkot yang Gagal Lelang
Ada dua instasi Pemkot Yogyakarta yang memegang proyek fisik berskala besar, yakni Dinas Kimpraswil, dan Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD)
Penulis: mrf | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Resya Firmansyah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPRD Kota Yogyakarta menyoroti kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Pasalnya hampir tiap tahun, terdapat proyek pembangunan oleh SKPD yang gagal lelang.
Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Suwarto mengatakan, ada dua instasi Pemkot Yogyakarta yang memegang proyek fisik berskala besar, yakni Dinas Kimpraswil, dan Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD).
Tiap tahunnya, menurut Suwarto, terdapat proyek fisik yang gagal lelang. Seperti diketahui di tahun 2016 ini, rencana relokasi kantor Kecamatan Ngampilan dan kantor Kecamatan Wirobrajan gagal dilelang.
Adapun alasan yang diberikan dinas tersebut tak melalukan lelang ulang karena waktu yang sudah tak mencukupi. Padahal perencanaan relokasi kantor kecamatan itu, lanjutnya, sudah diselesaikan setahun sebelumnya.
“Ini kami pandang bisa merugikan masyarakat. Kenapa lelangnya tidak dimulai sejak awal tahun?” ujar Suwarto, Jumat (19/8/2016).
Namun demikian, dia memandang bahwa terdapat proyek fisik yang realisasinya di atas rata-rata, yakni perbaikan sistem drainase di Jalan Kenari. Dari sisi teknis, proyek tersebut dikerjakan dalam tiga tahap.
“Sehingga dapat menekan dampak sosial maupun ekonomi. Sedang dari capaian, proyek ini bisa diselesaikan lebih cepat dari target. Tapi yang dikerjakan kurang meluas,” ucapnya.
Menanggapi itu, Kepala DBGAD Kota Yogyakarta, Hari Setyawacana mengatakan bahwa proses lelang dua kantor kecamatan telah dilakukan di awal tahun. Namun proses lelang akhirnya gagal lantaran aspek teknis yang tak diduga.
“Kita sangat bergantung dari jumlah peserta dan syarat teknis yang harus dipenuhi. Kalau spesifikasinya tidak sesuai, pemenang lelang harus gugur. Kita cermat di awal,” kata Hari.
Kepala Bidang Drainase dan Pengairan, Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta, Aki Lukman mengatakan, revitalisasi drainase di Jalan Kenari selalu dikerjakan bertahap tiap tahun. Di tahun ini, anggaran untuk drainase tergolong besar.
“Kami berharap tahun depan kembali dapat anggaran yang lebih besar supaya bisa dikerjakan sampai simpang Mandala Krida,” ujar Aki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/proyek_3546546_20151110_192000.jpg)