Manajemen Pasar Seni Gabusan Dituding Tarik Uang Lampu dari PKL dan Stan Siluman bantul Ekspo 2016

Uang tersebut ditarik oleh salah satu oknum manajemen PSG dengan nilai Rp 2.000 per lampu per malam.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/usman hadi
Puluhan lapak ilegal berjejer di Bantul Ekspo. Lapak-lapak PKL ini diurus oleh Yanto, sementara kepengurusan lapak tersebut terlepas dari pihak ketiga yang dikelola Bambang, Senin (8/8/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -  Salah satu pelaku ekonomi di Bantul Ekspo (BE) mengungkap jika ada tarikan uang lampu dan listrik dari manajemen Pasar Seni Gabusan (PSG).

Uang tersebut ditarik oleh salah satu oknum manajemen PSG dengan nilai Rp 2.000 per lampu per malam.

“Jika satu PKL ada dua lampu otomatis, dikalikan saja uang itu per malam. Beberapa pedagang yang merupakan saudara saya juga kerap ditarik uang lampu. Kalau stan siluman juga sama, ada listrik dari PSG yang dialirkan dan orang PSG menariki uang setiap malam,” ujar sumber yang sudah delapan tahun ikut kegiatan BE ini, Jumat (19/8/2016).

Menurut sumber itu, penarikan oleh oknum manajemen PSG tidak dibenarkan. Pasalnya, melihat kondisi PSG, seharusnya memang ada uang perawatan dan operasional yang sudah diterima PSG dari Disperindagkop setempat.

Dia pun hingga kini, masih meyakini jika ada oknum dari panitia PNS yang menerima setoran uang dari Yanto.

“Oknum PNS yang menerima uang dari Yanto ini bernama Tunik. Dia kerap menerima pungutan tersebut, istilahnya memang dia berkuasa dalam setiap gelaran Bantul Ekspo,” paparnya.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi mengatakan pihaknya akan bekerja secara profesional dalam kasus ini.

Dia juga tetap akan menjaga integritas dalam menelusuri laporan dan temuan terkait penyelenggaran BE yang setiap tahun dianggarkan ratusan juta melalui APBD.

"Kami tetap akan jaga integritas dan kami telusuri serta kaji data yang kami dapatkan," ulasnya.

Sebelumnya, pihaknya menyatakan akan mengkaji data-data terkait dengan penyelenggaraan BE 2016. Pihaknya akan fokus ke penyelenggaraan tahun ini dan bukan di tahun 2015 yang sudah diselidiki oleh pihak Polres Bantul.

"Kami akan terjunkan tim dari internal kami," terangnya.

Di sisi lain, Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanta mengungkapkan akan menginvestigasi secara internal manajemen PSG terkait aliran dana stan siluman dan PKL ilegal ini.

Pihaknya juga menyatakan jika PSG tidak boleh menerima dana perawatan karena sudah dianggarkan setiap tahunnya.

"Jika ada temuan aliran dana ke PSG maka harus dikembalikan. Kalau untuk kebersihan silakan, tapi kalau untuk perawatan kami larang,"jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved