Dishub Yogyakarta Akan Tambah Tiga Traffic Light Berbasis Sensor
Nantinya jika di ruas jalan tersebut terdapat kendaraan yang banyak, maka durasi lampu hijau otomatis diperpanjang.
Penulis: mrf | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta akan memasang 3 traffic light berbasis sensor di sejumlah ruas jalan.
Nantinya jika di ruas jalan tersebut terdapat kendaraan yang banyak, maka durasi lampu hijau otomatis diperpanjang.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Yogyakarta, Windarto mengatakan, 3 traffic light tersebut akan dipasang di simpang jalan STPM APMD, simpang jalan BPK Perwakilan DIY, dan simpang jalan UKDW. Saat ini, lelang pengadaan traffic light sudah selesai.
“Tinggal penandatanganan kontrak, dilanjut dengan pemasangan alat. Tidak butuh waktu lama untuk memasang alat itu,” ujar Windarto, Jumat (5/8/2016).
Dipaparkannya, Dishub Kota Yogyakarta memilih 3 ruas jalan itu lantaran kondisi lalu lintasnya kerap padat, sehingga diperlukan penanganan dalam waktu cepat untuk mengurai kepadatan. Menurut Windarto, alat itu dapat dioperasikan secara otomatis.
“Di APMD kan sering macet ketika gedungnya dipakai untuk pernikahan, traffic light ini memiliki banyak detektor sehingga bisa otomatis menyesuaikan kepadatan lalu lintas. Diatur manual juga bisa,” jelasnya.
Oleh karena itu, Windarto mengatakan dengan adanya tambahan 3 traffic light tersebut, jumlah traffic light berbasis sensor di Yogyakarta saat ini sebanyak 24 unit. Dengan demikian, kini separuh dari total traffic light di Yogyakarta sudah berbasis sensor.
“Yang sudah terpasang traffic light jenis ini, misalnya di simpang Galeria Mall, simpang Wirobrajan, dan simpang Badran,” ucapnya.
Kepala Dishub DIY, Sigit Haryanta menambahkan, pihaknya saat ini telah memiliki 46 traffic light berbasis sensor yang tersebar di kabupaten/kota se-DIY. Sebagian besar traffic light, menurutnya telah dipasangi CCTV sehingga dapat dipantau melalui ruang kontrol.
“Dengan adanya traffic light ini, pengubahan siklus lampu traffic light dapat dilakukan dengan lebih cepat,” katanya.
Dia menambahkan, traffic light berbasis sensor sangat berguna ketika DIY kedatangan wisatawan yang cukup banyak, misalnya saat libur Lebaran dan libur tahun baru. Sebab jumlah petugas di lapangan tak begitu banyak sehingga akan kerepotan ketika harus mengatur traffic light secara manual. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/apill-ilustrasi_20160630_191431.jpg)