Segarnya Rujak Mengkudu Khas Gombong nan Kaya Manfaat
Yang membuat rujak ini spesial adalah beberapa bahan baku pembuatannya sudah tidak banyak yang menggunakan
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Dalam tradisi Jawa, rujak adalah salah satu kudapan yang keberadaannya terbilang cukup penting.
Dalam beberapa upacara adat, seperti acara tujuh bulanan kehamilan, rujak wajib ada.
Seiring perkembangan zaman, rujak juga mengalami perkembangan dan modifikasi. Tetapi jika ingin mencicipi rujak yang benar-benar tradisional, di Kabupaten Kebumen tepatnya di daerah Gombong, terdapat penjual rujak tumbuk yang patut anda coba.

Salah satu penjual rujak tumbuk tersebut adalah Slamet Glonto.
Dengan menggunakan gerobak sederhana, setiap harinya pria asli Gombong tersebut berjualan rujak di depan Rumah Sakit Palang Biru yang berada di Jalan Kartini Gombong.
Yang membuat rujak ini spesial adalah beberapa bahan baku pembuatannya sudah tidak banyak yang menggunakan, seperti pace/ mengkudu dan pisang batu.

"Karena bahan bakunya yang sudah cukup sulit ditemukan, saat ini di Gombong tinggal dua orang yang berjualan rujak pace," jelas Slamet.
Lebih lanjut dia mengatakan rujak yang menggunakan pace dan pisang batu sebagai bahan bakunya sudah dikenal masyarakat Gombong secara turun temurun.
Pada rujak racikan Slamet, pisang batu, pace, dicampur dengan beberapa bahan lainnya seperti cabai rawit, terasi, dan kacang tanah goreng.
Bahan bumbu tersebut ditumbuk menggunakan lumpang kayu yang berukuran tidak terlalu besar dan alu dari batu.
Setelah bumbu dirasa cukup halus, beragam jenis buah-buahan seperti jambu air, timun, pepaya, bengkoang, pakel, nanas, belimbing, kedondong, dimasukan ke dalam alu dan ditumbuk bersama bumbunya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rujak-mengkudu1_20160805_143213.jpg)