Warga Penggarap Pesisir Kulonprogo Minta Kompensasi Uang sesuai Luasan Lahan yang Digarap

160 hektar lahan garapan yang terdampak akibat adanya rencana pembangunan bandara tersebut dengan jumlah sekitar 800 penggarap.

Warga Penggarap Pesisir Kulonprogo Minta Kompensasi Uang sesuai Luasan Lahan yang Digarap
tribunjogja/khaerur reza
Puluhan warga Kulonprogo penggarap lahan pesisir datangi Kompleks Pemda DIY Kepatihan Yogyakarta, Kamis (4/8/2016) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA - Puluhan warga Kulonprogo penggarap lahan pesisir datangi Kompleks Pemda DIY Kepatihan Yogyakarta, Kamis (4/8/2016) pagi.

Kedatangan mereka guna meminta kejelasan proses ganti rugi terhadap hilangnya mata pencaharian mereka sebagai penggarap lahan dari 4 desa yaitu Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran.

Salah seorang perwakilan warga Sumantoyo mengatakan ada 160 hektar lahan garapan yang terdampak akibat adanya rencana pembangunan bandara tersebut dengan jumlah sekitar 800 penggarap dan mereka secara otomatis akan kehilangan mata pencahariannya.

Karenanya mereka minta kompensasi agar dapat tetap mengisi dapurnya pasca hilangnya mata pencaharian mereka.

"Apalagi kami ini yang menyetujui 120 persen bukan hanya 100 persen dengan pembangunan bandara, tapi kami minta dipikirkan karena itu satu-satunya lahan yang kita jagake," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penilaian nilai banguna di atas lahan oleh tim apraisal sudah selesai meskipun masih ada yang hendak direvisi, sementara kompensasi penggarap belum ada kejelasan hingga menimbulkan kekhawatiran baginya dan teman-temannya yang lain.

Dia berharap pihak pemerintah dapat memberikan kejelasan tentang kompensasi yang pernah dijanjikan tersebut.

Dia berharap nanti mekanisme penggantian akan dilakukan dengan uang tunai berdasar luasan lahan yang dikelola bukan apa yang dikelola.

"Kita harap berdasarkan luasan lahan biar lebih objektif untuk besarannya nanti pihak puro lebih tau," harapnya. (*)

Penulis: khr
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved