Lukisan 3X48 Meter Ingatkan Operasi Pada Jember
Lukisan dengan judul Karnaval tersebut melukiskan beragam kebudayaan yang ada di Indonesia.
Penulis: app | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Operasi Rachman Muchamad menggelar Pameran Tunggal "Operasi". Pameran yang menampilkan 15 karya Operasi tersebut dihelat hingga 9 Agustus di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (3/8/2016).
Dari semua karya lukisan yang terpajang di TBY, ada salah satu lukisan yang membuat geleng kepala setiap pengunjung. Betapa tidak, lukisan kanvas tersebut mempunyai ukuran yang tidak biasa yaitu 3X48 meter.
Lukisan dengan judul Karnaval tersebut melukiskan beragam kebudayaan yang ada di Indonesia. Butuh waktu lima bulan bagi Operasi untuk menyelesaikan lukisan tersebut.
Hebatnya, lukisan tersebut murni guratan tangan Operasi, tanpa bantuan orang lain.
"Saya orang Jember, semenjak kecil saya senang sekali dengan karnaval, bahkan jika tidak dituruti sampai nangis," kisahnya.
Operasi menceritakan, di Jember sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Sehingga tidak ada budaya asli dari Jember. Ketika ada karnaval, masyarakat akan dengan senang hati menyambutnya.
"Tidak ada kamu dari mana, suku apa, agama apa, semua berbaur harmonis menjadi satu," ceritanya.
Di Jember, karnaval sudah menjadi kegiatan tahunan seperti pesta rakyat. Karnaval merupakan bentuk patriotisme orang Jember. Bahkan, perayaan karnaval dilaksanakan selama dua bulan yaitu agustus sampai september.
"Karnaval adalah event yang dinantikan. setiap RT berlomba-lomba menampilkan yang terbaik," tambahnya.
Operasi mengaku bangga ketika karnaval menjadi event international dan juga menjadi event fotografi.
Dalam lukisan Karnaval, terkandung kerinduan Operasi akan kampung halaman. Kampung yang membuat setiap orang di dalamnya lebih kretif.
"Kalau di Jogja setiap RT punya pelukis. Di Jember setiap RT punya kreator karnaval, dan mereka selalu berlomba-lomba menjadi yang terbaik," jelasnya.
Operasi menambahkan, dalam melukis ia tidak pernah kemandang aliran. Sehingga ia merasa lebih bebas dalam melukis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-operasi_20160804_115153.jpg)