Pedagang Tradisional Minta Proteksi Jika Ada Mal di Bantul
Pedagang tradisional di Bantul angkat suara mengenai rencana pendirian mal di Bantul.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pedagang tradisional di Bantul angkat suara mengenai rencana pendirian mal di Bantul.
Mereka meminta agar mal yang akan dibangun di Bantul benar-benar menjual kebutuhan masyarakat kelas menengah ke atas, sehingga tidak mematikan pasar tradisional.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Imogiri, Darmanto meminta hadirnya investor di Kabupaten Bantul yang berencana akan membangun toko modern hingga mal di wilayah ini, harus benar-benar memperhatikan pedagang tradisional.
Jika memang berniat membangun mall atau pasar modern, jangan sampai mematikan usaha pedagang tradisional.
“Kalau ada mal silakan, tapi jual barang mahal sekalian atau baju yang bermerk sekalian. Jangan sama dengan toko tradisional. Apalagi, jual bawang, jeruk, kebutuhan rumah tangga, ini berdampak pada toko dan pasar tradisional,” jelasnya.
Di sisi lainnya, dia juga meminta regulasi pemerintah untuk tetap memihak pada rakyat kecil.
Bukan saja untuk kepentingan investor, namun juga memperhatikan banyak aspek demi kenyamanan ekonomi di wilayah Projotamansari ini.
Sanksi Tegas
Dalam hal revisi Perda untuk pendirian toko modern ini, pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tegas terkait dengan sanksi bagi toko modern yang melanggar aturan.
Pasalnya, mereka menilai dalam Perda yang dimiliki Bantul saat ini masih terkesan lembek pada sanksi bagi pelanggar.
Sanksi tegas berupa penutupan ini cukup diperlukan karena, ada beberapa toko yang melanggar ketentuan.
Seperti misalnya, toko Indo Lestari yang berada dalam radius kurang dari tiga kilometer dari pasar tradisional. Namun, akhirnya, saat ini sudah tutup.
“Maka, kalau memang ada revisi Perda. Harus ada sanksi tegas berupa penutupan bagi toko modern yang melanggar ketentuan jarak dan jam operasional,” tegasnya.
Warga di Bantul juga menilai pendirian toko-toko modern harus berpihak pada masyarakat. Pemerintah harus mau dan tegas untuk meminta toko modern menyediakan barang dari hasil produk warga lokal.
"Toko modern harus bisa menyerap produk lokal. Kalau tidak, mendingan tidak usah aja berdiri di Bantul," kata Kuncoro, warga Bantulkarang, Bantul. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bwang-putih_20150829_090945.jpg)