Jaring Bakal Cawalkot, 1 Kandidat Gerindra Gugur

Fit and proper test yang diselenggarakannya dinilai oleh tim panelis yang berasal dari kalangan akademisi.

Penulis: mrf | Editor: oda
Logo Partai Gerindra 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Enam kandidat bakal calon walikota dan wakil walikota Yogyakarta mengikuti tahap fit and proper test yang diadakan Partai Gerindra.

Adapun fit and proper test tersebut dilakukan untuk mendapat rekomendasi sebagai calon AB 1 A maupun AB 2 A.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Yogyakarta, Anton Prabu Semendawai mengatakan di fit and proper test itu, salah satu nama bakal calon wakil walikota dicoret.

Oleh karenanya, fit and proper test tersebut hanya diikuti dua calon walikota, dan empat calon wakil walikota.

“Ada Emir Nuswantoro, Tomi Nursamsu, Sinarbiyat Nujanat, Aji Karnanto, Syauqi Soeratno, dan Haryadi Suyuti. Satu yang dicoret yaitu Dadang Iskandar karena tidak melengkapi administrasi,” katanya di Hotel Tjokro Style, Minggu (31/7).

Dia pun mengungkapkan, fit and proper test yang diselenggarakannya dinilai oleh tim panelis yang berasal dari kalangan akademisi.

Mereka adalah Dr Budi Agus Risandi SH MHum, Kelik Endro Suryono SH Mhum, dan Tegus Imam Sationo SH Msc.

“Hasil penilaian akan langsung kami serahkan kepada DPP Gerindra. Fit and proper test ini langsung dipantau DPP,” sambungnya.

Anggota DPRD DIY itu pun menjelaskan, DPC Gerindra Kota Yogyakarta tidak bisa mengintervensi hasil fit and proper test, maupun hasil penilaian lain.

Maka, Anton memastikan bahwa proses penjaringan di Partai Gerindra tidak disetting, dan murni berdasar penilaian.

“Selain ini akan ada survey elektabilitas dan popularitas calon yang bersangkutan. Penilaian itu juga akan berpengaruh,” ujar Anton.

Salah satu kandidat calon wakil walikota, Aji Karnanto mengaku, proses penjaringan di Partai Gerindra berjalan fair, dan proses penilaian kandidat terbilang terbuka.

Dia pun menyerahkan hasil penilaian ke Gerindra secara penuh, dan berharap tak ada intervensi dari pihak manapun.

“Semoga ke depan, partai lain juga demikian. Jadi seluruh warga negara non partisan yang merasa kapabel bisa mencalonkan diri,” katanya.

Sementara, Haryadi Suyuti yang sudah diusung oleh Partai Golkar mengatakan, langkahnya mengikuti tahapan di Partai Gerindra sebagai bagian komunikasi politik.

Sebab Partai Golkar maupun Partai Gerindra tidak bisa mengusung pasangan calon secara mandiri sehingga membutuhkan koalisi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved