Di Tangan Pemuda Ini, Serbuk Gergaji Disulap Jadi Karya Seni Bernilai Jutaan Rupiah
Di tangan Sahrul Mubarok dan koleganya, limbah tersebut disulap menjadi karya lukis bernilai ratusan hingga jutaan rupiah.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Serbuk gergaji sisa pemotongan kayu yang sering ditemukan di pabrik-pabrik mebel, biasanya hanya dicampakkan dan dibuang begitu saja.
Akan tetapi, di tangan Sahrul Mubarok dan koleganya, limbah tersebut disulap menjadi karya lukis bernilai ratusan hingga jutaan rupiah.
Menyadari betapa melimpahnya limbah serbuk gergaji yang tak terpakai lagi di sekitar rumahnya, di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Sahrul tergerak untuk memanfaatkannya menjadi suatu barang yang mempunyai nilai jual tinggi.
Dari situlah, mahasiswa semester dua prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar (Untidar) Magelang tersebut, mengkoordinir empat kawannya, yaitu Muhammad Fauzan, Akhmad Saiful Anas, Khoirull Ummah dan Anita Choiriyah, untuk merintis sebuah produk bernama 'La Segar' (Lukisan dari Serbuk Gergaji).
Proses
Proses pembuatannya pun tak bisa dibilang mudah.
Pertama, harus disiapkan dulu serbuk gergaji dari lima kayu berbeda, yang nantinya akan memunculkan warna masing-masing, yaitu warna hitam dari kayu sono, putih dari kayu waru, merah dari kayu merah, kuning dari kayu nangka dan cokelat dari kayu jati.
Praktis, pilihan warna masih terbatas karena baru memanfaatkan serbuk gergaji dari kelima kayu tersebut.
Selanjutnya, barulah dibuat dasaran dan pola lukisan, sebelum diolesi lem dan ditaburkan serbuk gergaji secara merata di atasnya, sesuai dengan pola yang sudah dirancang.
“Semuanya dari alam, jadi sama sekali tidak menggunakan pewarna sintetik, sehingga awet danb tidak akan luntur. Bahkan, jika terkena air, tinggal dijemur saja,” tukas Sahrul.
Sedangkan beragam jenis lukisan yang kini mampu digarap antara lain, vintage wall letters, kaligrafi, sketsa wajah, logo atau lambang, lukisan atau foto keluarga, lukisan alam, dan lain-lain, disesuaikan dengan permintaan konsumen.
Pembuatan
Begitupun dengan jangka waktu pembuatannya, yang tergantung dengan tingkat kesulitan.
"Kalau misal kaligrafi itu bisa selesai dalam tiga atau empat hari, sementara sketsa wajah bisa sampai satu minggu. Selain tergantung tingkat kesulitannya, antrian dan cuaca juga ikut mempengaruhi sebenarnya," kata Sahrul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/serbuk-gergaji_dhgd_20160801_202907.jpg)