Nusyirwan Peringatkan Kadernya Agar Tak Terlena

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang melangsungkan pentas wayang dengan lakon Semar Boyong

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang, Sariyan Adi Yanto, memberikan wayang secara simbolis kepada dalang Ki Radyo Harsono, Sabtu (30/7/16). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang melangsungkan pentas wayang dengan lakon Semar Boyong, Sabtu (30/7/16) malam.

Acara ini juga merupakan agenda Halal Bihalal antar kader di Panti Marhaen, Prumpung, Muntilan.

Lakon Semar Boyong sendiri didalangi oleh dalang kenamaan, Ki Radyo Harsono, yang mengangkat sebuah tema sekaligus gagasan tentang ilmu pencerahan, yang nantinya diharapkan mampu memberi motivasi perjuangan bagi para kader partai berlambang banteng itu.

Adapun acara tersebut dihadiri oleh kurang kebih 1.000 kader dan pengurus partai.

Hadir juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Nusyirwan Soedjono, Wakil Bupati Magelang, HM Zaenal Arifin, Ketua PC NU, Mahsun, sampai dengan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Jumari.

Dituturkan oleh Yusuf Sakir, selaku panitia pekaksana agenda tersebut, bahwa pihaknya ingin memunculkan semangat perubahan dalam hal yang lebih baik melalui lakon Semar Boyong.

Selain itu, diharapkan juga akan datang solusi untuk segala masalah kehidupan.

"Dalam kisah itu, keberadaan Semar selalu diperebutkan oleh Raja, Ksatria, dan ilmuwan, yang berlomba-lomba untuk dapat memilikinya,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, bahwa para kader harus menanamkan semangat dalam jiwanya, sesuai dengan cuilan cerita, yang mengisahkan tentang barang siapa berhasil memboyong Semar, baik sebagai simbol ilmu maupun tokoh pencerahan ketentraman, maka akan datang kemakmuran.

Sedangkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Nusyirwan Soedjono, memperingatkan kepada seluruh kadernya untuk tak terlena kondisi saat ini, dimana partainya keluar sebagai pemenang pemilu.

Menurutnya semangat juang kader tetap tidak boleh mengalami penurunan.

"Sepuluh tahun lamanya kita berada di luar pemerintahan. Jadi, sudah seharusnya kita menjadi lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan. Jangan sampai merasa paling benar dan tidak mau disalahkan,” ujarnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved