Batuan Candi Kuno Berbentuk Cobek Raksasa Ditemukan di Magelang
Cobek tersebut ditemukannya pada Kamis (28/7/16) menjelang siang hari, atau sekitar pukul 11.00
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Berniat membuat saluran pembuangan atau septic tank untuk rumah yang tengah dibangunnya, Rohmadi (25), warga Dusun Trasan RT 81 RW 83, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, tak sengaja menemukan sebuah batu candi berbentuk menyerupai cobek, namun dengan ukuran besar.
Rohmadi menuturkan, bahwa cobek tersebut ditemukannya pada Kamis (28/7/2016) menjelang siang hari, atau sekitar pukul 11.00, di kedalaman kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah.
Setelah melakukan pengukuran, diketahui benda itu memiliki diameter 1,13 meter pada bagian luarnya, serta 1,8 meter di bagian dalam.
"Rencana kan mau pasang enam buis buat septictank, tapi baru sampai buis ke tiga sudah mentok karena ada batu itu. Awalnya kami kira cuma batu biasa, tapi setelah ditelisik ternyata bentuknya mirip cobek dan ukurannya sangat besar," kisah Rohmadi, Jumat (29/7/16).
Menyadari adanya hal ganjil dari batu tersebut, Rohmadi yang dibantu lima tukangnya langsung bergegas melakukan pengangkatan dengan alat bantu derek katrol.
Akan tetapi, proses yang dijumpai ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Bagaimana tidak, ia sampai membutuhkan waktu setengah hari untuk mengentaskannya.
"Dari jam 11.00 kami mulai proses pengangkatan, baru sekitar jam 17.00 batu bisa terangkat seluruhnya, cukup sulit memang," tandas Rohmadi.
Praktis, cobek raksasa yang ditemukan Rohmadi itu langsung menyedot perhatian warga sekitar yang mengaku penasaran.
Walau begitu, pembangunan rumah yang tengah dilakukannya tetap berlanjut meski tetangga-tetangga di kisarannya datang silih berganti untuk menyaksikan batu yang diduga merupakan artefak kuno tersebut.
Sejauh ini, Rohmadi mengaku belum melaporkan penemuannya kepada dinas terkait, yang kiranya memiliki kewenangan untuk menangani, seperti Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala atau Balai Pelestarian Cagar Budaya.
Bahkan, ia memiliki niatan untuk tetap menyimpannya sebagai hiasan jika rumah yang tengah dibangunnya nanti sudah jadi.
"Kalaupun nanti dari pihak pemerintah mau mengambilnya, terus terang saya keberatan. Jika memang memaksa, saya tetap minta ganti rugi, karena untuk mengangkatnya saja dibutuhkan proses yang tidak mudah," tandasnya.
Kini, batuan cekung yang di sekujur badannya tampak polos tanpa relief tersebut masih tersimpan di halaman depan rumah Rohmadi yang terlihat sudah setengah jadi itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cobek-raksasa_20160729_181835.jpg)