Ini Rasanya Mengaspal 167 Km dengan Andalan Baru Honda, Supra GTR 150
Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah DIY, Kedu dan Banyumas mengenalkan motor 150 cc itu kepada publik
Penulis: dnh | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pabrikan sepeda motor Honda memiliki "senjata baru" di varian sport cub, yakni All New Honda Supra GTR 150.
Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda di wilayah DIY, Kedu dan Banyumas mengenalkan motor 150 cc itu kepada publik pada Sabtu (23/7/2016) kemarin di Alun-alun Banyumas, Jawa Tengah.
Sebelum dilaunching, Tribun Jogja mendapat kesempatan untuk menjajal motor baru yang diarahkan sebagai pesaing Yamaha Jupiter MX King 150 ini. Astra Motor Yogyakarta menggandeng beberapa jurnalis dan blogger untuk menjajal senjata baru mereka dengan touring bertajuk Media Riding Experience All New Honda Supra GTR 150.
Rute touring adalah Start dari Yogyakarta dan finish di Alun-alun Banyumas, melalui jalur tengah yakni Yogyakarta-Magelang-Wonosobo-Banjarnegara - Banyumas. Supra GTR 150 memang mengusung konsep Grand Touring dengan perpaduan performa motor sport saat menjelajah dengan kenyamanan dan kepraktisan motor tipe cub.
Saat pertama kali menaiki motor ini, kesan motor sport langsung terasa, terlebih dimensi depan yang merunduk. Dengan hal ini pemusatan beban akan berada di depan atau mass forward proportion.
Sementara untuk body, Supra GTR 150 ini memiliki tongkrongan desain yang tidak mengecewakan. Lekukan yang futuristik dimiliki oleh Supra CTR 150, yang disebut pula dengan teknologi layered body cover.
Saat menaiki untuk kali pertama, tinggi jok 780 mm begitu terasa nyaman bagi Tribun Jogja yang bertinggi badan 170 cm, kaki bisa menapak dengan baik di aspal. Namun mungkin jika dinaiki pengendara dengan tinggi badan 160 cm, pengendara harus sedikit berjinjit.
Sementara Jok Supra GTR 150 tidak terlalu empuk, namun cukup lebar dan membuat nyaman saat perjalanan jauh. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Borobudur, Magelang bisa dilewati dengan nyaman.
Dengan traffic kendaraan yang cukup padat, Supra GTR 150 yang memiliki panjang 2.025 mm ini cukup lincah dan gesit untuk melewati kepadatan. Akselerasi mesin DOHC 150 cc juga begitu terasa, tarikan terasa sangat enteng.
Saat harus mengerem mendadak, rem dengan sistem cakram depan belakang cukup mumpuni. Meski sok depan terasa sangat keras dan tidak berayun saat kita menekan tuas rem dengan cukup keras.
Memasuki jalur Borobudur hingga Wonosobo, trek sedikit berubah, yang tadinya datar dan minim tanjakan, berganti dengan trek naik turun dan berliku. Dari Borobudur ke Salaman Magelang yang didominasi trek lurus, Supra GTR 150 menunjukan bahwa motor yang dijual dengan empat varian warna ini juga jago disoal kecepatan.
Tidaklah sulit untuk memperoleh angka 100 km per jam di speedometer motor yang memiliki enam transmisi kecepatan. Angka 100 km per jam bisa didapatkan dengan gigi keempat. Bisa dibayangkan berapa kecepatan yang akan diperoleh dengan gigi lima dan enam.
Tanjakan yang tinggi dan minim trek lurus pun bisa dilahap Supra GTR 150 dengan baik. Profil ban belakang yang cukup lebar yakni 120/70-17 begitu sangat membantu di trek menuju Wonosobo, saat menikung tidak perlu ragu untuk sedikit merebahkan posisi. Sementara untuk ban depan adalah 90/70-17. Semuanya type tubeless.
Di trek ini, jalan tidak selalu mulus, terlebih ada beberapa ruas yang tidak rata dan berlubang. Disini sistem suspensi diuji, meski agak keras namun masih bisa diterima dengan baik. Tenaga yang disemburkan Supra GTR 150 dapat mengatasi tanjakan-tanjakan yang ada.
Rute Yogyakarta dan Wonosobo dilalui dalam kondisi cuaca yang cerah. Total jarak yang ditempuh adalah 88 kilometer. Dengan kondisi kemudi yang agak merunduk dan jok yang lebar, 88 kilometer dapat dilibas dengan nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/motor-baru-honda_2607_20160726_161557.jpg)