Lima Desa Jadi Pilot Project Desa Pelopor Demokrasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul akan mendorong warga di Bantul untuk bisa melek demokrasi dan terlibat aktif dalam pembangunan desanya.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul akan mendorong warga di Bantul untuk bisa melek demokrasi dan terlibat aktif dalam pembangunan desanya.
Caranya, mereka akan melatih warga di lima desa yang menjadi pilot project desa pelopor demokrasi dengan beragam latihan dan juga simulasi.
Divisi Umum, Logistik, dan Keuangan KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menggodok lima desa yang nantinya akan diberi pelatihan, pemahaman dan juga menjadi rintisan program ini.
Dia mengklaim, program ini selaras dengan Undang-undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang desa.
“Kami targetkan awal tahun 2017 nanti, lima desa yang akan menjadi pilot project ini bisa berjalan,” katanya, Minggu (24/7/2016).
Sejauh ini, pihaknya sudah mendapatkan gambaran, ada dua desa yang nantinya akan mendapatkan pelatihan dan menjadi rintisan dari proyek ini.
Dua desa ini diantaranya adalah Desa Guwosari di Kecamatan Pajangan dan Dlingo di Kecamatan Dlingo.
Dua desa ini, ujarnya, memiliki angka partisipasi pemilih cukup tinggi selama beberapa kali pemilihan dibandingkan dengan desa lainnya.
Adapun, untuk desa lainnya, pihaknya masih memetakan dan menggodoknya. Disampaikannya, program ini nantinya akan ditawarkan pada lima desa yang menjadi pilot project.
Hal ini karena nantinya penganggaran akan dilakukan melalui dana desa.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan pendekatan pada desa pada bulan Agustus hingga Oktober terkait program ini. Kami juga sudah sampaikan pada pemerintah daerah dan nantinya akan bekerjasama dengan kantor Kesbangpolinmas,” paparnya. (tribunjogja.com)