Tiga Bulan Tak Dapat Kerja dan Terlilit Utang, Rangga Pilih Gantung Diri

Saat sang istri dimintai keterangan oleh petugas, diketahui korban kerap bersikap aneh dan lebih pendiam dari sebelumnya.

Net
Ilustrasi: Gantung diri 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pemuda bernama Rangga Setiawan (21) yang tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Budi Mulia Nomor 10, RT01/06, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara ditemukan tewas gantung diri, Rabu (20/7/2016).

Pria tersebut bunuh diri lantaran depresi terlilit hutang dan tiga bulan tak mendapatkan pekerjaan.

"Depresi berat membuat pria yang baru menikah muda ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Istrinya, bernama Desta (20), pun shock dan tak tahu kalau suaminya melakukan hal seperti itu," jelas Kompol Andi Baso Rahman selaku Kapolsek Pademangan, Kamis (21/7/2016).

Andi kembali membenarkan, beban ekonomi yang dihadapi pria yang sempat menjalani profesi sebagai buruh serabutan itu, menjadi dugaan kuat alasan pria tersebut bunuh diri.

Pria yang baru dua tahun menikah itu, lanjut Andi, berawal kecurigaan sang istri terhadap suami yang tak pernah keluar dari kamar tidurnya.

"Korban mengaku sedang tidak enak badan kepada istrinya dan ingin beristirahat sejenak pada tengah hari. Hanya saja, lebih dari tiga jam suami tak keluar dari kamar menimbulkan kecurigaan bagi sang istri (Desta). Walaupun pintu kamar diketuk berkali-kali oleh sang istri, tak ada jawaban yang terdengar dari mulut suaminya membuat istri korban memanggil tetangganya bernama Junaedi (29), sekitar pukul 15.20 WIB.

"Korban kemudian memanggil tetangganya, Jumadi untuk mendobrak pintu kamar tempat korban‎ istirahat. Saat pintu terbuka, sang istri bersama Junaedi tak menyangka, leher korban terjerat tali dan tergantung di atap kamarnya," ucap Andi.

Pihak kepolisian, jelas Andi saat menerima laporan adanya seorang pria bunuh diri dengan cara gantung diri langsung menuju lokasi kejadian.

Saat sang istri dimintai keterangan oleh petugas, diketahui korban kerap bersikap aneh dan lebih pendiam dari sebelumnya.

"Selama beberapa waktu terakhir, dan sering tidak menanggapi permintaan istrinya. Tak ada ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan hanya bekas luka karena tato, maka kami anggap ini kasus bunuh diri," tutup Andi. (*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved