Berburu Kuliner Khas dan Bernostalgia di Pasar Kangen Yogyakarta
Untuk tahun ini Ada 68 stand kuliner tradisi yang menyajikan sensasi bagi kawula muda dan nostalgia bagi orang tua.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Dikatakannya, mi yang digunakan untuk membuat mides terbuat dari tepung ketela dan ukurannya lebih besar dari mi kebanyakan.
"Bumbu yang utama yang digunakan adalah bawang, merica, cabai rawit, dan ebi," jelas Dea.
Bumbu-bumbu tersebut menghasilkan citarasa masakan yang pedasnya mantap dan gurih. Sangat pas dengan tekstur mi nya yang kenyal. Seporsi mides dapat pengunjung nikmati dari harga Rp5 ribu.
Kuliner lain yang mampu menarik perhatian para pengunjung adalah sate kere. Mulyo Utomo, penjual sate kere selalu dikerumuni pembeli yang ingin mencicipi kelezatan sate kere.

"Kalo di Solo sate kere menggunakan tempe gembus, jika di yogya menggunakan koyor daging sapi," ujar perempuan yang akrab disapa Mbah Mul tersebut.
Rasa sate kere tersebut manis gurih. Dikatakan Mbah Mul, koyor tersebut dibumbui dengan bumbu dendeng sebelum dibakar.
Bumbu dendeng terdiri dari tumbar, bawang merah, bawang putih, miri, gula jawa ,dan garam. Resep tersebut dia dapatkan dari neneknya.

Selain menjual sate koyor, ada juga sate daging sapi, hati sapi, sate ayam. Sate tersebut cocok disantap bersama pecel ataupun lontong yang disiram dengan bumbu kacang.
Untuk harga, satu tusuk sate koyor dihargai Rp 2.500, sate daging sapi Rp 5 ribu, sate hati sapi Rp 5 ribu, sate ayam Rp 2.500. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kuliner-pasar-kangen_20160721_210812.jpg)