Unik, Ternyata Berbagi Data Tanpa Internet pun Bisa Terlaksana
Mungkinkah berbagi data tanpa internet? Jawabannya adalah iya.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK CITY - Teknologi internet memungkinkan orang berbagi data dengan cepat dan efisien. Namun, terkadang ada banyak hambatan misalnya masalah regulasi.
Mungkinkah berbagi data tanpa internet? Jawabannya adalah iya.
Pada era awal spionase, para mata-mata memerlukan semacam cara untuk bertukar materi sensitif di khalayak ramai tanpa harus bertemu. Sistem yang disebut "Dead Drops" atau bagi putus (berbeda dari sistem "Live Drop" ketika mata-mata bertemu).
Lubang kecil di belakang bata yang longgar di dinding lorong atau di bawah batu tambatan perahu merupakan tempat yang tepat untuk menyembunyikan dokumen agar bisa diambil oleh rekan kemudian.
Seperti dilansir oleh The Guardian, pada 2010, seniman asal Berlin, Aram Bartholl memutuskan untuk mengadaptasi ide tersebut ke publik.
Konsep Dead Drops yang dibuatnya melibatkan orang yang menyembunyikan flash disk di berbagai kota di berbagai penjuru dunia yang menanamkan flash disk tersebut ke dinding, pagar, dan trotoar.
Idenya juga membuat orang mencari lokasi (flash disk), mengaksesnya, dan melakukan apa yang bisa dilakukan: menambah, mengurangi atau menyalin data yang ada.
Namun, tentu saja agak sulit melakukan hal tersebut tanpa menjadi perhatian. Menancapkan laptop ke dinding tentu saja mencurigakan. Dan tentu saja ada kecil kemungkinan namun sangat fatal: mengakses flash disk secara acak ke komputer bukanlah hal tepat jika Anda memiliki data berharga di hard disk komputer.
Dalam situs program ini disebutkan, "Hal ini hanyalah sebagian dari konsep dan sebagian lagi permainan... Waspadalah! Amankan sistem Anda! Cobalah di mesin virtual! Atau, mintalah teman Anda melakukannya terlebih dahulu! ;-)"
Ketika disemen ke suatu titik, setiap flash disk tidak berisi data apapun kecuali suatu berkas yang menjelaskan manifesto kelompok ini: "Dead Drop merupakan teknologi kecil yang diberdayakan secara pasif oleh flash disk yang ditanamkan ke kota, satu-satunya ruang publik yang nyata."
Namun setelah beberapa waktu, apapun mulai dari foto hingga video dapat diunggah oleh siapapun, yang kemudian mengarah ke beberapa masalah.
Pada Februari, seorang jurnalis Jerman mengungkap berbagai rencana pengeboman yang diunggah ke salah satu Dead Drop di Cologne, bersama dengan panduan untuk menghasilkan kristal meth (methamphetamine, red), dan berbagai resep racun mematikan.
Hal ini lebih mengarah ke versi modern dari Anarchist CookBook, sekumpulan informasi terlarang yang diteruskan di jaringan bawah tanah selama lebih dari 50 tahun. Dan sementara pengunggahan ke Dead Drops ini dilihat sebagai tindakan politis sebagai upaya untuk membagikan tips membuat bom, hal ini sudah lebih dari cukup untuk mengundang pihak yang berwajib turun tangan.
Namun hal ini tidak menghentikan berkembangnya komunitas ini ke lebih dari 1500 Dead Drops di seluruh dunia, dengan hampir 10 terabita penyimpanan apabila digabungkan.
Ada Dead Drops di setiap benua di dunia kecuali Antartika, dari paling utara di bagian timur Islandia dan paling selatan di Wellington, Selandia Baru. Yang terbaru telah dibuat di Hong Kong, Baden Württemberg di Jerman dan Xining, suatu kota di barat Tiongkok, teramat jauh dari lima flsh disk pertama di New York City. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/data-internet_20160719_191713.jpg)