Sebagian Besar Pencari Kerja di Klaten Pilih Kerja di Luar Kota

Dari sekian banyak pemohon kartu pengantar pencari kerja, sebagian besar bertujuan melamar di luar wilayah Klaten.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Seorang pencari kerja di Klaten 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemohon kartu AK-1 atau kartu kuning di Kabupaten Klaten mengalami peningkatan pasca libur lebaran.

Namun dari sekian banyak pemohon kartu pengantar pencari kerja, sebagian besar bertujuan melamar di luar wilayah Klaten.

Data dari Disnakersos Klaten, sejak Januari hingga Mei 2016 terdapat 4.299 pencari kerja. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan usai libur lebaran lalu. Rata-rata terdapat lebih dari 100 pencari kerja yang mengajukan permohonan kartu AK-1.

Kasie Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Heru Wijoyo mengatakan dari hasil wawancara yang dilakukan kepada pencari kerja, wilayah Jabodetabek menjadi magnet tersendiri bagi pencari kerja. Padahal dari hasil wawancara tersebut, sebagian besar belum mengetahui bidang pekerjaan dan perusahaan mana yang menjadi tujuan bekerja.

"Prinsip yang mereka (pencari kerja) pegang adalah yang penting tujuan cari kerja di sana (Jabodetabek). Tapi perusahaannya apa dan bekerja di bidang apa, itu urusan belakang," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/7/2016).

Menurutnya alasan yang disampaikan pencari kerja hingga ingin bekerja di luar Klaten adalah besaran upah yang ditawarkan. Meskipun dari pengawasan yang dilakukan, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Klaten telah memberikan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yaitu sebesar Rp 1,4 juta.

"Harapannya mendapatkan gaji yang besar. Para pencari kerja bahkan tidak memperhitungkan biaya hidup yang dibutuhkan di tempatnya bekerja, yang penting bisa merantau dan mendapatkan upah tinggi," katanya.

Alasan lainnya, kata Heru, pemohon kartu kuning memilih merantau lantaran sudah ada sanak keluarga yang terlebih dahulu tinggal di perantauan. Meskipun sebagian besar belum memiliki tujuan kerja.

"Biasanya mereka ikut keluarga, tinggal di sana dengan harapan lebih mudah mendapatkan kerja," ujarnya.

Ia menyampaikan pihaknya tidak kurang-kurang memberikan masukan kepada pencari kerja, terutama yang belum memiliki tujuan kerja, untuk mencari kerja di wilayah Klaten. Selain agar tidak menyumbang pengangguran di wilayah lain, masukan tersebut diberikan mengingat jumlah lowongan kerja yang ada di Klaten cukup banyak.

"Dari catatan, terdapat sekitar 1.900 lowongan yang disediakan sejumlah perusahaan di Klaten. Lowongan didominasi di bidang garmen. Namun meskipun terbuka kesempatan kerja yang besar, kami tidak bisa memaksa pencari kerja untuk tetap bekerja di Klaten," katanya.

Sementara itu, seorang pemohon AK-1, Anang Widiyanto (18) mengaku kartu tersebut akan digunakan untuk melengkapi berkas lamaran kerja. Kendati demikian, hingga saat ini ia belum memasukan lamaran kerja.

"Yang penting dilengkapi dulu (berkasnya), jadi jika ada lowongan tinggal memasukan lamaran dengan berkas yang lengkap," kata warga Manisrenggo.

Pemuda yang baru menamatkan pendidikan SMK itu mengaku ingin bekerja di bidang mesin atau operator produksi. Sedangkan daerah yang menjadi tujuannya adalah Kota Tangerang. Terkait alasan memilih Tangerang sebagai tujuan mencari kerja, ia mengaku sudah merencanakannya setelah lulus sekolah.

"Memang ingin merantau, ini juga masih menunggu ada lowongan. Di sana juga sudah ada teman yang sudah bekerja, sehingga kalau ada lowongan langsung memasukkan lamaran," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved