Gempa Bumi Langka Goyang Wilayah Selatan Jawa Dini Hari Tadi

Letaknya yang berdekatan dengan zona subsduksi lempeng menjadi salah satu faktor banyaknya gempa tersebut.

Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
Shutterstock
Ilustrasi gempa. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa berskala kecil sampai sedang sering terjadi di wilayah selatan Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Letaknya yang berdekatan dengan zona subsduksi lempeng menjadi salah satu faktor banyaknya gempa tersebut.

Namun dini hari tadi, Jumat (15/7/2016) pukul 01.28 WIB, selatan Jawa diguncang gempa yang sangat langka. Gempa itu berskala 5,1 SR dan berpusat di jarak sekitar 330 kilometer selatan Tasikmalaya, atau 159 kilometer sebelah timur Pulau Christmas.

Hiposenternya hanya pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini disebut langka, karena kejadian serupa tercatat terjadi terakhir kali pada tahun 1921.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menerangkan, itu merupakan gempa bumi dangkal di luar zona subsduksi (outer rise). Itu disebabkan oleh penyesaran turun sehingga yang terjadi berupa gaya tarikan lempeng.

BMKG mencatat, guncangan gempa bumi berada pada I Skala Intensitas Gempabumi BMKG, atau skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di sebagian besar wilayah Jawa.

Yogyakarta, Pacitan, Malang, Kebumen, Cilacap, Pangandaran hingga Malingping dilaporkan dapat merasakan guncangamya.

Oleh karena kekuatannya yang tak terlalu besar, maka gempa dini hari tadi tak menimbulkan Tsunami. BMKG juga tak mencatat adanya gempa susulan satu jam setelah itu.

"Kekuatannya tidak mendukung adanya perubahan dasar laut yang signifikan untuk memicu terjadinya tsunami," papar Daryono.

Adapun gempa bumi outer rise yang terjadi 95 tahun lalu, tepatnya pada 11 September 1921, memiliki kekuatan 7,5 SR. Getaran gempa dapat dirasakan hingga jarak 1.500 kilometer dari pusatnya, termasuk Lampung hingga Sumbawa.

Gempa itu menyebabkan terjadinya tsunami kecil di Parangtritis sampai Cilacap. Tidak hanya itu, bangunan tembok juga banyak yang retak dan roboh karenanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved