Pecinan Magelang Makin Sering Dilanda Macet ketika Libur Panjang
Kemacetan panjang semakin sering melanda sejumlah ruas jalan protokol di Kota Magelang selama arus mudik dan libur panjang pasca lebaran ini.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kemacetan panjang semakin sering melanda sejumlah ruas jalan protokol di Kota Magelang selama arus mudik dan libur panjang pasca lebaran ini. Tak terkecuali Jalan Pemuda, atau yang lebih dikenal dengan sebutan kawasan Pecinan.
Peningkatan arus lalu lintas di Jalan Pemuda sendiri sebenarnya sudah sangat terasa sejak satu minggu terakhir bulan suci Ramadhan silam, dimana masyarakat mulai berbondong-bondong menuju pusat perbelanjaan untuk membeli berbagai macam kebutuhan lebaran.
"Kondisinya semakin parah ketika mulai memasuki puncak arus mudik pada 2-3 Juli lalu. Kemungkinan, arus lalu lintas perlahan akan kembali normal setelah tanggal 10 Juli mendatang, ketika intensitas arus balik sudah menurun," cetus Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dishubkominfo Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi.
Kembali dituturkan olehnya, selain diakibatkan oleh peningkatan arus kendaraan yang melintas, urung terurainya kemacetan di Jalan Pemuda juga turut disebabkan oleh penggunaan bahu jalan untuk lokasi parkir kendaraan, baik roda dua maupun empat.
Candra menjelaskan, bahwa seringkali kendaraan yang melintas di Jalan Pemuda hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam, atau bahkan sama sekali tidak bergerak.
Padahal, saat hari-hari biasa, setidaknya para pengerndara dapat memacu tunggangannya hingga 25 kilometer per jam.
"Dari catatan kami, arus lalu lintas pada hari biasa di Jalan Pemuda berada dalam kisaran 1.800 per jam, dengan volume tampung maksimal 2.100 kendaraan kala melintas bersamaan. Namun, ketika memasuki masa mudik dan libur lebaran, jumlah kendaraan yang melintas melampaui batas kapasitas jalan," ungkapnya.
Terpisah, AKP Sri Hasta Birowowati, selaku Kasatlantas Polres Magelang Kota, mengaku telah berusaha semaksimal mungkin menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan panjang yang terjadi di Jalan Pemuda, dengan cara menggunakan beberapa jalan sekunder sebagai pintu keluar alternatif dari Jalan Pemuda.
"Sebaliknya, jalan alternatif yang biasanya dijadikan sebagai jalur masuk menuju kawasan Pecinan untuk sekarang kami tutup, hingga kondisi arus lalu lintas kembali normal seperti sedia kala," tandas Tata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penumpukan-kendaraan_20160709_200943.jpg)