Yuk Mudik 2016

Mobil Plat Luar Daerah Mulai Padati Bantul, Kepadatan Lalu Lintas Diperkirakan hingga Nanti Malam

Kepadatan arus lalu lintas akan masih berlangsung hingga malam nanti dan akan semakin berkurang pada H-1 Lebaran.

Mobil Plat Luar Daerah Mulai Padati Bantul, Kepadatan Lalu Lintas Diperkirakan hingga Nanti Malam
tribunjogja/agungismiyanto
Sejumlah kendaraan dari plat luar daerah mulai terlihat memadati sejumlah ruas jalan di Bantul tepatnya di perempatan Bakulan, Selasa (5/7/2016). Meski demikian, arus lalu lintas di sejumlah titik masih terpantau ramai lancar. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah kendaraan dari plat luar daerah mulai terlihat memadati sejumlah ruas jalan di Bantul. Meski demikian, arus lalu lintas di sejumlah titik masih terpantau ramai lancar.

Pantauan Tribun Jogja, hingga siang sekitar pukul 13.52 WIB, sejumlah ruas jalur utama dan jalur alternatif belum terlihat adanya penumpukan kendaraan. Hingga kini, arus menuju Yogyakarta via jalan Parangtritis juga masih terlihat ramai lancar.

Sementara, dari ruas jalan Samas menuju Bantul juga belum terlihat kepadatan kendaraan. Meski demikian, arus mulai ramai di dekat Pasar Bantul hingga mendekati simpang Klodran. Demikian halnya di jalur alternatif Imogiri, arus juga masih lancar.

Nampak beberapa kendaraan dari luar daerah menggunakan ruas jalur ini untuk menuju Yogyakarta maupun Gunungkidul. Begitu juga jalur Siluk menuju Panggang yang juga dilewati mobil berplat luar daerah.

Kepala Disnas Perhubungan Pemkab Bantul, Suwito menjelaskan, prediksi puncak arus mudik yang melalu jalur selatan Yogyakarta ini diperkirakan terjadi sejak H-3.

Namun, perkiraan ini meleset sebagai dampak dari adanya kemacetan panjang di Tol Brebes yang hingga mencapai belasan kilometer.

Dia memperkirakan kepadatan arus lalu lintas akan masih berlangsung hingga malam nanti dan akan semakin berkurang pada H-1 Lebaran.

"Meski volume kendaraan meningkat namun belum ada kemacetan panjang atau antrian traffic light yang cukup panjang. Semua masih lancar," jelasnya.

Suwito menjelaskan, ada tujuh jalur alternatif yang dibagi menjadi dua jalur ke Daerah Istimewa Yogyakarta, serta alternatif menuju Wonosari, Gunungkidul.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved