Ini Alasan Gunungan Grebeg Syawalan Dikirim ke Tiga Tempat
Berbagai persiapan untuk perhelatan Grebeg Syawalan telah dilakukan. Satu di antaranya dengan membuat gunungan Grebeg Syawal.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Grebeg Syawalan, satu di antara agenda tahunan Keraton Yogyakarta ketika Lebaran, tahun ini digelar pada 7 Juli 2016 mendatang.
Berbagai persiapan untuk perhelatan Grebeg Syawalan telah dilakukan. Satu di antaranya dengan membuat gunungan Grebeg Syawal, di Kompleks Magangan Keraton Yogyakarta, Senin sore (4/7/2016).
Staf Tepas Keprajuritan, KRT Kusuma Negara menjelaskan, bahwa sama seperti tahun lalu, gunungan yang akan dibawa pada saat Grebeg Syawal berjumlah 7 buah.
Gunungan tersebut terdiri dari 3 gunungan kakung, 1 gunungan putri, 1 gunungan kepak, 1 gunungan darat, dan 1 gunungan pawuhan.
"Nantinya, lima gunungan yang terdiri dari gunungan kakung, putri, kepak, darat, dan pawuhan dibawa ke Kompleks Masjid Gede. Lalu satu gunungan dibawa ke Kompleks Kepatihan, dan satu lagi di Puro Pakualaman," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/7/2016).
Ia menerangkan bahwa tujuan gunungan dibawa ke Masjid Gede Kauman adalah kaitannya dengan ritual keagamaan yakni untuk mendoakan pemimpin dan juga kawula serta wilayah di sana.
Sementara itu, gunungan dikirim ke Kepatihan juga terkait hubungan antara Kepatihan dan Keraton.
"Sultan sebagai pemimpin atau kepala negara memberikan gunungan kepada kepala pemerintahan yang dulu dijabat oleh Pepatih Dalem sebagai eksekutifnya. Lalu kalau ke Puro Pakualaman itu untuk mempererat hubungan dengan negara sahabat," ucap Kusuma. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grebeg-syawalan-4_20150718_181859.jpg)