Ngaji on Facebook

Ngaji on Facebook #27 : Islam Sesuai dengan Logika, Namun Tidak Semua Bisa Dilogika

Dengan membasuh atau membersihkan kedua tangan, kita bisa mengurangi bahkan menghilangkan kuman yang menempel pada tangan kita.

Ngaji on Facebook #27 : Islam Sesuai dengan Logika, Namun Tidak Semua Bisa Dilogika
tribunjogja/septiandrimandariana
Salman Al Jugjawy bersama buku perdananya berjudul Markas Cahaya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketika hendak menyantap sebuah makanan, di dalam Islam kita disunnahkan untuk membasuh tangan terlebih dahulu.

Sebab, dengan membasuh atau membersihkan kedua tangan, kita bisa mengurangi bahkan menghilangkan kuman yang menempel pada tangan kita. Selain itu ada hal lain yang disunnahkan, seperti ketika kita hendak berangkat tidur.

Di dalam Islam, ketika hendak tidur disunnahkan untuk mengikuti arah perputaran bumi. Hal itupun dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebab dengan begitu kita tidak melawan perputaran bumi, sehingga walaupun kita tidur sebentar dan kondisi badan tetap segar.

Kedua contoh tersebut menunjukan bahwa Islam merupakan agama yang sangat logis bagi pemeluknya dan semua manusia yang ada di dunia ini.

Namun, Islam sendiri tidak selamanya dapat dilogikakan. Salman Al-Jugjawy menuturkan, contohnya seperti kentut ketika kita sudah melakukan wudhu untuk melaksanakan salat.

Jika dubur kita mengeluarkan gas kentut tersebut, maka kita diharuskan untuk bersuci dengan mengambil air wudhu. Padahal seharusnya jika begitu, kita harus membasuh bagian yang mengeluarkan kentut.

"Hal itu tidak bisa dilogikakan. Ketika kita kentut, apakah ada keterangan yang menyebutan harus membasuh bagian yang mengeluarkan kentut tersebut? Tidak ada. Kalau kita kentut, ya sudah kita langsung berwudhu, membasuh tangan, muka, kaki, nggak ada yang membasuh di bagian tersebut," papar Salman.

Maka dari itu, menurutnya Islam itu merupakan agama dengan ajaran yang sangat logis, namun tidak semuanya dapat dilogikakan.

Penulis buku "Markas Cahaya" inipun tidak hanya sedikit menjabarkan tentang hal tersebut.

Selengkapnya dapat disaksikan dalam tayangan Ngaji On Facebook, edisi Sabtu (2/7/2016) pukul 17.00 WIB di laman fanpage facebook Tribun Jogja.

Ngaji On Facebook bersama Salman Al-Jugjawy inipun akan tayang setiap harinya selama Bulan Ramadan di jam yang sama. (*)

Penulis: abm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved