Sekitar 80 Miliar Total Proyek Pembangunan Belum Dilelang

Dari 200-an paket lelang pembangunan di Bantul, jumlah anggaran yang disiapkan keseluruhannya sekitar Rp.250 miliar.

Penulis: usm | Editor: oda
tribunjogja/yosephhary
Ilustrasi proyek pembangunan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekitar 30 persen lelang pembangunan di Kabupaten Bantul hingga akhir Juni 2016 belum berjalan. Imbasnya sejumlah proyek yang telah direncanakan di awal tahun belum tergarap.

Padahal jumlah anggaran yang disediakan bermiliar-miliar, dan proyek pembangunan itu menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Di Bantul proyek pembangunan yang belum dilelang persentasenya sekitar 30 sampai 40 persen, dari total lelang yang berjumlah sekitar 200-an jumlah paket lelang," jelas Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Bantul, Bobot Ariffi’aidin, Selasa (28/6)

Bobot menguraikan dari 200-an paket lelang pembangunan di Bantul, jumlah anggaran yang disiapkan keseluruhannya sekitar Rp.250 miliar.

Dari jumlah sebanyak itu, hingga saat ini proyek pembangunan yang berhasil d lelang baru sekitar Rp.130 miliar, sementara sisanya sekitar Rp.80 miliar lelangnya hingga sekarang belum terlaksana.

"Kalau dari kami sebenarnya tidak ada kendala. Tapi mungkin ada sedikit kendala di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), atau mungkin memang bulan ini (proses lelang) baru diadakan," imbuhnya.

Meskipun telah mamasuki pertengahan tahun, Bobot tak risau jika sejumlah lelang yang belum dilaksanakan itu proses pembangunannya bisa rampung di akhir tahun. Bobot optimis bila sejumlah lelang yang belum diketuk, pembangunannya hingga akhir tahun bisa dikejar.

"Untuk menentukan mana proyek lelang yang masih bisa dikejar dan mana yang tidak di waktu yang tersisa ini, biasanya di internal kami ada diskusi untuk menentukan itu," paparnya.

Bobot menjelaskan beberapa proyek lelang yang belum berjalan disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya yakni rekanan yang persyaratannya kurang, sehingga harus diadakan lelang ulang.

"Sebenarnya kalau lelang belum jalan itu dampaknya ke masyarakat makanya kami terus mendorong agar lelang itu cepat diselesaikan," urainya.

Bobot menyebut di antara proses lelang yang direncanakan rampung pada Juli seperti proyek lelang rehabilitasi pasar tradisional. Sementara proyek lelang lainnya sebagian datanya belum masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bantul.

"Dari proyek lelang yang telah diketuk, beberapa sudah dalam tahap pelaksanaan pembangunan," ungkapnya.

Molornya sejumlah proyek lelang, menurut Bobot tidak disebabkan karena adanya tarik ulur antara sejumlah pihak. Melainkan karena sejumlah SKPD yang baru menyiapkan kelengkapan persyaratan, dan pula karena rekanan yang tidak memenuhi persyaratan.

Sementara itu, disinggung soal ada tidaknya orang yang bermain dalam proses lelang pembangunan di Bantul, Bobot menegaskan hak itu tak mungkin terjadi. Apalagi proses lelang saat ini semuanya menggunakan sistem online, sehingga prosesnya berjalan transparan.

"Kalau lelang yang sudah dalam tahap penawaran, itu pernyataan yang harus dipenuhi rekanan tidak bisa diubah lagi, sehingga tidak mungkin orang bisa bermain dalam proses lelang," tegasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved