Ini Caranya Tubuh Kita Beradaptasi saat Cuaca Panas

Tubuh kita memang memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk saat menghadapi cuaca panas.

Editor: oda
redio.in
Ilustrasi udara panas 

TRIBUNJOGJA.COM - Cuaca yang sangat panas, bahkan di beberapa negara suhunya bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius di musim panas, bisa berdampak negatif pada tubuh.

Tubuh kita memang memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk saat menghadapi cuaca panas. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi pada tubuh untuk menjaga fungsinya tetap normal.

- Saat suhu di luar mencapai 48 derajat celcius, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat agar kita bisa bertahan. Untuk mengimbanginya, kita disarankan untuk minum cukup air agar tubuh bisa memproduksi keringat.

Bila kita dehidrasi, tubuh tidak dapat menghasilkan keringat sehingga suhu tubuh akan meningkat.

- Serangan panas (heat stroke) terjadi saat suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius. Gejala yang dialami antara lain pusing, mual, muntah, kulit kemerahan, detak jantung meningkat, dan sakit kepala.

- Sebelum terjadi serangan panas, cuaca panas dan dehidrasi akan menyebabkan kelelahan akibat panas. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kulit menjadi dingin, keringat mengucur deras, pusing, dan sakit kepala.

Segeralah mencari tempat yang sejuk dan minum air dingin atau minuman olahraga (sport drink) agar tidak menjadi serangan panas. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved