Hikayat Pertobatan Juragan Ikan Setruman
Demi memperjuangkan sesuatu yang ia yakini, Arif harus menanggung beban berat.
Penulis: app | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Tidak selamanya kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan. Hal itu yang dialami Arif Mahaeni Ismiyarto.
Lelaki 45 tahun tersebut harus menerima getah akibat kenekatannya. Demi memperjuangkan sesuatu yang ia yakini, Arif harus menanggung beban berat.
Terbata, Arif menceritakan profesi kelam yang pernah dijalani kepada Tribun Jogja. Pria yang tinggal Wiyoro Kidul, Banguntapan, Bantul tersebut dengan gamblang menceritakan saat jaya dengan bergelimang uang. Sekarang masa-masa tersebut ia anggap kenangan pahit dan suram.
"Saya merasa bersalah menjadi pengepul ikan hasil setrum," ujar Arif penuh beban. (*)
Selengkapnya simak di halaman 1 Tribun Jogja edisi Minggu (26/6/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tukang-ikan-tobat_20160625_221419.jpg)