Ramadan 1437
Masjid Unik Ini Jadi Ikon Mojokerto
Bermula dari ketidaksengajaan, arsitektur Masjid Jami Ki Buyut Lankay bermetamorfosis sebagai masjid berbentuk unik dan tak biasa.
TRIBUNJOGJA.COM - Bermula dari ketidaksengajaan, arsitektur Masjid Jami Ki Buyut Lankay bermetamorfosis sebagai masjid berbentuk unik dan tak biasa. Saat ini justru menjadi ikon kota Mojokerto.
Masjid ini punya menara tunggal di tengah dan jadi satu-satunya masjid unik di Pulau Jawa.
Keberadaan masjid yang ada di Dusun Gempang Desa Sumber Tebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini, tak lepas dari sesepuh desa itu, yakni Ki Buyut Lankay.
Takmir Masjid Jami ini, Sutikno menjelaskan, dulunya wilayah dusun ini masih berupa hutan lebat.
Kemudian pada abad ke-19, masuklah seorang punggawa Pangeran Diponegoro yang menyelamatkan diri karena dikejar penjajah Belanda.
Pria yang membabat alas dusun ini dikenal sebagai Ki Buyut Lankay. "Beliau adalah sesepuh dusun ini. Makamnya saat ini berada tak jauh dari masjid," tuturnya.
Waktu lalu bergeser hingga masuk 1 Juli 1997. Di momen ini, seorang pengusaha pupuk, H Toifin menjadi donatur tunggal pembangunan masjid ini.
Sutikno bertutur, dia adalah salah seorang perancang bangunan masjid itu. Ketika awal dibangun, rancangan masjid sama seperti bangunan masjid lainnya berupa kubah.
Namun, di suatu malam, dia mendapat mimpi dari Ki Buyut Lankay. Dalam mimpi itu, sesepuh dusun memberi pertanda berupa lingga (lambang kejantanan), atau semacam tugu pada bangunan.
"Kami lalu salat istikharah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Begitu mantap dengan pilihan itu, maka pembangunan masjid kami teruskan dengan memakai ilmu gathuk, atau menggabungkan petunjuk itu dan perubahan rancangan," paparnya.
Maka, jadilah menara itu dibuat menjulang setinggi 50 meter dari atap masjid. Luas menara di tengah masjid adalah 10x10 m. Ada tiga tingkatan pada menara itu, tiap tingkat diberi tangga.
Pada bagian ujung menara diberi tutup dari bata dengan ventilasi pada sisi-sisinya. Menara dibuat dari bahan seng yang dilapisi baja, sehingga tak panas.
"Menara di tengah masjid ini melambangkan kedekatan dengan penduduk langit. Menara ini selesai dibangun pada 2.000 lalu," terangnya.
Tak berapa lama, bangunan masjid berwarna hijau sedikit demi sedikit tuntas. Saat ini, bangunan seluas 25x25 m pada lahan 40x50 m ini sudah hampir selesai dibangun.
Selain bangunan utama dengan kapasitas 1.000an jemaah, ada juga lantai dua yang bisa menampung 1.500an jemaah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masjid-unik_dfghj_20160623_083612.jpg)