Waspadai Sejumlah Penyakit Berbahaya yang Bisa Muncul Saat Mengonsumsi Mi Instan

Belum diketahui secara pasti apakah Adam memang meninggal karena mi yang dikonsumsi atau ada alasan lain.

Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang anggota polisi di Jakarta, Bripka Adam Kurnia meninggal dunia setelah makan mi instan untuk sahur pagi tadi, Selasa (14/6/2016).

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah Adam memang meninggal karena mi yang dikonsumsi atau ada alasan lain.

Mi instan merupakan salah satu makanan yang sangat mudah dijumpai. Selain karena harga yang murah, cara memasak yang praktis menyebabkan makanan ini sering menjadi pilihan bagi beberapa orang.

Namun ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai ketika mengkonsumsi mi instan, terutama bila dilakukan terlalu sering. Yang perlu diketahui, mi instan rendah akan gizi, tinggi lemak, kalori dan sodium, serta dicampur dengan warna buatan, pengawet dan perasa.

Setiap mi instan dapat dipastikan mengandung monosodium glutamat (MSG) dan tersier-butil hidrokuinon (TBHQ), yakni pengawet kimia yang berasal dari industri minyak bumi.

Pengawet TBHQ dapat ditemukan di pestisida, kosmetik dan parfum untuk mengurangi penguapan serta menjaga stabilitas produk. Bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, bahan kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa yang dapat ditimbulkan di antaranya mual dan muntah, dering di telinga, mengigau, sesak nafas, serta collapse.

Dalam sebuah studi yang dilaporkan The Washington Post, wanita yang makan mi instan dua kali seminggu juga berisiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik, dibanding mereka yang tidak. Ini terlepas dari diet dan rutinitas olahraga yang dilakukan.

Gejala sindrom metabolik tersebut di antaranya obesitas sentral, diabetes, tekanan darah tinggi, jantung dan rendahnya tingkat kolesterol HDL.

Sedangkan MSG akan menyerang sel saraf yang dapat menyebabkan disfungsi otak, memperburuk kemampuan belajar, alzheimer, parkinson dan beberapa penyakit lain. Mi instan dirancang untuk membuat orang makan berlebihan sehingga dapat menaikkan berat badan.

Memakan makanan sehat seperti sayuran dan sumber protein alami lebih disarankan, dibanding mengkonsumsi mi instan yang banyak mengandung bahan kimia. (*)

(Sumber mercola.com dan NDTV)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved