Takjil Jamaah Jadi Pengeluaran Terbesar Masjid Jogokariyan saat Ramadan

Besar atau kecilnya donasi tersebut digunakan untuk memakmurkan masjid, mulai dari membuat kegiatan selama Ramadan hingga hidangan berbuka puasa

Penulis: abm | Editor: oda
tribunjogja/septiandrimandariana
Ibu-ibu sedang mempersiapkan ribuan porsi hidangan untuk berbuka puasa, Senin (6/6/2016) sore di Selasar Masjid Jogokariyan Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di Bulan Ramadan, banyak sekali masyarakat yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfakan kepada masjid.

Sebab di bulan penuh berkah ini, Allah SWT telah menjanjikan bagi umat muslim yang berbuat baik, akan diganti dengan pahala yang berlipat ganda.

Bentuk donasi masyarakat untuk masjid berbeda-beda, mulai dari uang tunai, bahan makanan mentah, dan masih banyak lagi.

Yang terpenting adalah, besar atau kecilnya donasi tersebut digunakan untuk memakmurkan masjid, mulai dari membuat kegiatan selama Ramadan, menyediakan hidangan berbuka puasa dan masih banyak lagi.

Begitupun dengan hal yang terjadi di Masjid Jogokariyan, banyak masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya menyisihkan sebagian rezekinya ke masjid tersebut.

Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari Rp 196 juta, dana yang khusus digunakan untuk takjilan para jamaah di masjid.

"Alhamdulillah kalau untuk donatur takjilan tahun ini yang masuk sampai sekarang sudah tercukupi dari dana yang dibutuhkan, sebesar 196.800.000 juta. Malah untuk dana takjil bisa dibilang lebih, maka dari itu kami tutup donasi untuk takjil," ungkap Ketua Panitia Kegiatan Ramadan Masjid Jogokariyan, Yusna Septian, Senin (13/6/2016) kemarin.

Yusna melanjutkan, kelebihan dana yang didapatkan dari donatur tersebut digunakan pihaknya untuk membeli barang-barang penunjang takjil.

Misal seperti piring, gelas maupun sendok yang kerap rusak jika sudah digunakan oleh jamaah. Jika ditotal, jumlah keseluruhan dana yang didapat sekitar Rp 216 juta.

"Ataupun dengan menambah menu baik secara subsidi untuk yang masak supaya lebih variatif lagi atau tambahan seperti kurma ataupun untuk menambah jumlah porsi standar di setiap harinya. Biasanya donasi kita buka itu satu atau dua minggu sebelum puasa," tambah panitia lain, Swasta Gustami.

Sementara itu, untuk kegiatan Ramadan sendiri, pendaannya berasal dari proposal yang mereka ajukan kepada sponsor dan infak Ramadan.

Jadi proposal itu merupakan proposal kerja sama, yang mana mereka menawarkan beberapa pilihan media seperti baliho, backdrop, poster, kaos dan masih banyak lagi.

Ia menambahkan, menyisihkan sebagian rezeki ke masjid diharapkan tidak hanya berhenti pada saat Bulan Ramadan saja.

Dengan terbuka pihak Masjid Jogokariyan masihmenerima donasi dari para donatur. Sebab masjid yang akan berusia 50 tahun pada September 2016 mendatang ini memiliki pos-posnya masing-masing untuk disalurkan.

"Misal, kalau ingin membantu di bidang pelayanan kesehatan, bisa lewat infak subuh. Namanya gerakan seribu rupiah subuh. Jamaah kita sampaikan dan pahamkan tentang keutamaan berinfak ketika subuh dan lainnya," papar Swasta. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved