Ramadan 1437
Yuk! Berburu Kuliner Malam Selama Bulan Ramadan
Berikut adalah empat tempat makan di Yogyakarta yang buka pada malam hari hingga menjelang pagi hari
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bulan puasa mewajibkan kita sebagai umat Islam menahan hawa nafsu, termasuk makan dan minum di siang hari.
Tetapi bagi anda yang gemar berburu kuliner, khususnya yang tinggal atau sedang berada di Yogyakarta tidak usah khawatir. Karena di kota tersebut banyak kuliner malam yang sayang untuk dilewatkan.
Berikut adalah empat tempat makan di Yogyakarta yang buka pada malam hari hingga menjelang pagi hari.
1. Sego Koyor
Di emperan bengkel bernomor 111 jalan Brigjend Katamso, Yogyakarta, Suparti (58) setiap malamnnya menjajakan makanan yang akan sulit anda temukan di tempat lain, yakni sego koyor.
Di Yogyakarta sendiri, hanya di tempat ini anda bisa menemukan makanan yang satu ini. Maka tidak heran jika bagi sebagian orang kuliner ini cukup asing di telinga.
Suparti sendiri adalah generasi kedua penjual sego koyor. "Dulu yang pertama jualan adalah ibu saya yang bernama Bu Parman. Beliau mulai berjualan sego koyor sejak tahun 1968," cerita Suparti.
Sebelum berjualan di jalan Brigjend Katamso, Bu Parman berjualan di terminal yang pertama kali ada di Yogyakarta, yang saat ini tempatnya digunakan untuk Taman Pintar.
Sego koyor sendiri adalah kuliner berupa urat sapi yang disajikan bersama nasi putih. "Selain sego koyor, banyak juga pelanggan yang menyebutnya sego urat," ungkap Suparti.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Urat sapi yang digunakan dalam hidangan ini adalah urat yang ada di sekitar persendian tulang sapi. Diungkapkan Suparti, bagian tersebut dimasak dengan bumbu menyerupai gulai dengan kuah santan yang tidak terlalu kental.
Saat mencicipi hidangan ini, citarasa gurih akan langsung anda rasakan. Jika selama ini, bagian urat dikenal kenyal, maka hal tersebut tidak berlaku untuk hidangan satu ini. Urat atau koyornya benar-benar empuk, dipotong dengan sendok pun akan begitu mudah.
Untuk menghasilkan koyor yang empuk, bahan baku ini direbus dahulu sebelum dimasak dengan santan dan beragam bumbu lainnya.
Selain membuat empuk, proses perebusan ini juga untuk menghilangkan minyak atau lemak yang memang banyak pada bagian ini.
Koyor tersebut jika disajikan kepada pelanggannya memiliki pasangan setia berupa oseng-oseng labu siam (jipang).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mi-nyemek_bv_20160613_135410.jpg)