Selama Ramadan, PDAM Sleman Sesuaikan Pengaturan Distribusi Air Bersih pada Masyarakat
Selama Ramadan juga terjadi perubahan perilaku penggunaan air bersih.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peningkatan angka konsumsi air bersih hingga 10 persen terjadi di Sleman selama Ramadan ini.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat pun mengganti pompa dengan kapasitas lebih besar untuk mengimbangi peningkatan penggunaan tersebut.
Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata mengatakan, selain peningkatan konsumsi, selama Ramadan juga terjadi perubahan perilaku penggunaan air bersih.
Peningkatan konsumsi air akibat perubahan perilaku penggunaan air itu terjadi pada jam-jam tertentu. Misalnya pukul 02.00-08.00 pagi. Konsumsi air juga naik sejak pukul 16.00-22.00 malam.
"Agar supply air tidak terganggu, kami melakukan pengaturan distribusi air agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya, Jumat (10/6/2016).
Dwi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi pola konsumsi pelanggan selama Ramadan. Di antaranya dengan melakukan proses normalisasi air dengan penggantian tekanan pompa dari 5,5 Kw menjadi 7,5 Kw.
Dilakukan juga penambahan dan perluasan jaringan air agar aliran atau suplai air bersih meningkat. Dwi sendiri mencanangkan dua program prioritas yang dilakukan, mulai peningkatan pelayanan hingga menekan tingkat kebocoran air. (*)