Museum Gunung Merapi Alami Penurunan Jumlah Pengunjung saat Awal Ramadan
Museum Gunung Merapi yang biasanya selalu ramai pengunjung, dua hari belakangan mengalami penurunan jumlah pengunjung
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Museum Gunung Merapi yang biasanya selalu ramai pengunjung, dua hari belakangan mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Museum yang berlokasi di Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (8/6/2016,) nampak sepi. Hanya terlihat persiapan launching produk sepeda motor hendak digelar di halaman depan museum.
Suharno, Kepala UPT Museum Gunung Merapi, saat di temui Tribunjogja.com, menginformasikan menurunnya pengunjung Museum Gunung Merapi di awal puasa ini.
"Sebelum puasa pengunjung cukup banyak, rata-rata 1.500 sampai 2.000 per hari. Kalau puasa begini memang menurun. Tahun kemarin rata-rata pengunjung hanya 300 orang per hari. Dua hari kemarin hanya 200 orang per hari," cerita Suharno.
"Minggu kedua puasa, biasanya pengunjung sudah mulai stabil. Kira-kira sebelum lebaran pengunjung mulai melonjak. Pengunjungnya bisa mencapai 1.000 orang per hari," tuturnya.
Suharno mengungkapkan selain musim libur sekolah, momen libur Lebaran merupakan kesempatan untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin.
Secara umum, Museum Gunung Merapi mengalami peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya.
Saat pertama kali dibuka pengunjung hanya sekitar 41.000 pengunjung yang datang. Tahun 2015 pengunjung sudah mencapai kira-kira 213.000 orang.
"Dilihat setiap tahunnya Pengunjung selalu naik. Padahal tahun pertama kita sempat tutup dua bulan karena erupsi Merapi 2010," tegas Suharno. (Tribunjogja.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/museum-merapi_0806_20160608_172440.jpg)