Ramadan 1437H

Kisah Anak Keturunan Brahmana Pelajari Alquran, Inilah yang Terjadi Kemudian

Giris disarankan untuk membaca banyak kitab suci Hindu agar dapat menemukan jawaban sendiri tapi kemudian

FACEBOOK | Revert To Islam | Arabnews.com
Muhammad Ishaq yang sebelumnya bernama Giris KS Udupa 

Dalam beberapa ceramah keagamaan mungkin pernah disebutkan, bila nikmat terbesar dalam hidup adalah menjadi seorang muslim. Terlebih bila terlahir dari sebuah keluarga Islam. Tanpa harus mencari-cari, mereka telah mengenal agama penyempurna ini.

BERBEDA  dengan mereka yang terlahir jauh dari lingkungan Islam. Mereka harus mencari satu demi satu, agama ataupun keyakinan yang dapat menjawab seluruh keragu-raguannya.

Pengalaman ini dirasakan sendiri oleh Muhammad Ishaq yang sebelumnya bernama Giris KS Udupa. Ia terlahir di Udupi, Karnataka, India, dari sebuah keluarga dengan kasta Hindu paling atas, yakni Brahmana.

Diberitakan dalam kisah dua episode situs berita yang berbasis di Saudi Arabia, ArabNews.com, Giris kecil besar di Kota Karnataka sangat terkenal dengan kuilnya.

Sebagai seorang anak yang terlahir dari kasta Brahmana, ia telah belajar kitab Hindu sejak masih kecil. Pihak keluarga juga menginginkannya untuk menjadi pendeta sehingga mengirimnya ke sekolah asrama.

Di sanalah, keragu-raguan mengenai agama yang ia anut semakin memuncak. Gurunya juga tak memiliki jawaban atas sejumlah pertanyaannya.

Giris disarankan untuk membaca banyak kitab suci Hindu agar dapat menemukan jawaban sendiri. Meskipun demikian, tetap saja pertanyaannya tak terjawab hingga akhirnya memutuskan untuk meninggalkan asrama.

Ia kemudian mulai mempelajari Jainisme, agama-agama Roma, Yunani, Mesir dan Yahudi. Sampai sejauh itu, Giris belum menemukan apa tujuan manusia hidup dan ke mana akan pergi setelah mati.

Hingga suatu hari saat ia pergi ke kantor menggunakan bus, ia melihat sebuah papan pengumuman yang berisi cara untuk memperoleh sebuah salinan Alquran, dengan menghubungi kontak tertentu.

Ia berniat membaca kitab suci ini untuk mencari kesalahan di dalamnya. Untuk memperoleh Alquran, ia sampai menghubungi tiga kali dalam waktu sembilan bulan ke kontak yang tertera. Setelah panggilan yang ketiga, akhirnya Al Quran dikirim padanya.

Halaman
12
Editor: Iwan Al Khasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved