Ramadan 1437H
Jadwal Imsak, Bedug Mahrib dan Salat Lima Waktu Hari Pertama Ramadan
puasa berarti menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, disertai niat pada malam harinya, sejak terbitnya fajar shadiq sampai terbenam matahari.
TRIBUNJOGJA.COM - Puasa secara bahasa diartikan “As-shoum atau As-shiam” lebih kurang berarti al-imsaak (menahan). Tak hanya makan minum tetapi juga terkait dengan hawa nafsu.
Dikutip dari Jombang nu.or.id, ulama fiqih mengungkapkan, puasa berarti menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, disertai niat pada malam harinya, sejak terbitnya fajar shadiq sampai terbenam matahari.
Berdasarkan jadwal Imsak pada Puasa Ramadan 1437, jadwal waktu salat Subuh, Duhur, Ashar, Magrib dan Isya untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang menggunakan acuan waktu GMT +7 sebagai berikut:
Pada 6 Juni 2016, Imsak pada pukul 04:08, Subuh 04:24, Terbit Matahari 05:41, Duhur 11:38, Asar 14:58, Mahrib 17:28; Isya 18:43.
Adapun puasa menurut pandangan para ulama’ sufi, puasa mempunyai pengertian yang lebih luas dan tinggi, bukan hanya sekedar menahan makan dan minum sebagaimana puasa menurut syar’i.
Namun menurut mereka ulama’ sufi mendefinisikan puasa adalah menahan makan dan minum serta menahan semua anggota tubuh.
Untuk menjaga fisik puasa dapat dilakukan dengan menyeimbangkan kebutuhan cairan dalam tubuh sebanyak dua liter air atau sekitar 8 gelas per hari.
Begitu pula saat berpuasa meski tidak makan dan minum sejak Subuh hingga adzan Magrib tiba. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan cairan saat puasa?
Dikutip dari kompas.com, Dokter Speliasis Gizi Klinik Saptawati Bardosono mengatakan, kebutuhan cairan saat puasa bisa disiasati dengan minum air putih saat sahur dan berbuka.
Saat sahur, minumlah air putih sedikitnya dua gelas. Kemudian, saat berbuka puasa, dahulukan minum air putih kembali.
"Saat berbuka segera pulihkan energi dan cairan tubuh yang sudah terkuras dengan makanan manis secukupnya dan minum air putih dua gelas," terang Saptawati.
Air putih pun lebih sehat karena tidak mengandung pemanis, apalagi pengawet. Berbuka dengan minuman yang manis boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan makan berat dan kembali minum air putih hingga sebelum tidur.
"Dapat mengonsumsi air putih secara bertahap sampai empat gelas," ujar Saptawati dari Indonesian Hydration Working Group (IHWG) ini.
Ia mengungkapkan, minum air putih sangat penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Kekurangan cairan juga bisa membuat tubuh terasa lemas saat berpuasa. (*)