Kompetisi Roket Air Sebagai Sarana Tingkatkan Budaya Iptek
Sejumlah 27 tim, yang setiap satu tim beranggotakan dua personil, turut serta dalam ajang tahunan tersebut.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Guna meningkatkan apresiasi budaya iptek di kalangan pelajar, Kantor Penelitian, Pengembangan dan Statistik Kota Magelang melangsungkan agenda Kompetisi Roket Air 2016 antar SMP/sederajat se-Kota Magelang, di Lapangan Rindam IV Diponegoro, Kota Magelang, pada Minggu (29/5/16).
Sejumlah 27 tim, yang setiap satu tim beranggotakan dua personil, turut serta dalam ajang tahunan tersebut.
Sementara nomor yang dilombakan adalah kategori horizontal, dimana setiap peserta dituntut untuk mengarahkan lontaran roket air, menuju titik fokus yang berada dalam jarak 60 meter.
Lomba roket air ini memiliki keunikan tersendiri karena bahan baku utamanya berasal dari botol bekas minuman berkarbonasi, sehingga pihak peserta tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk berpartisipasi, mengingat alat peluncur, sayap roket dan perlengkapan lainnya telah disediakan panitia.
Dituturkan oleh ketua panitia pelaksana Kompetisi Roket Air 2016, Didin Syaifudin, untuk menciptakan sebuah roket air, tidak dibutuhkan bahan-bahan yang rumit dan mahal.
Menurutnya, selain meningkatkan budaya iptek, ajang ini juga bermanfaat untuk mengasah kreatifitas pelajar.
"Kami ingin mengikis budaya instan yang terjadi di kalangan pelajar masa kini, karena bagaimanapun juga, lebih baik membuat dan berkarya sendiri daripada harus membeli," tandasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Litbang, Fisik dan Prasarana Kantor Penelitian Pengembangan dan Statistik Kota Magelang tersebut menjelaskan bahwa untuk meluncurkan roket air, diperlukan pengetahuan sains yang kompeten.
Karena itu, para peserta harus mampu mengaplikasikam ilmu yang didapat dari bangku sekolah.
"Peserta tidak bisa sembarangan melontarkannya, dibutuhkan juga imajinasi dan perhitungan secara fisika, seperti menghitung tekanan angin, kecepatan, sampai sudut kemiringan, supaya roket bisa mendarat tepat di titik fokus yang telah ditentukan," kata Didin.
Dirinya juga mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme dan potensi para peserta yang ditunjukkan dalam ajang Kompetisi Roket Air 2016 itu.
Bahkan, dirinya tak menutup kemungkinan akan mengikutsertakan tim yang keluar sebagai juara untuk berlaga di kejuaraan serupa di level nasional. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/roket-air_fghjk_20160529_220916.jpg)