Dinkes Sleman Terus Galakkan Kampanye Stop BAB Sembarangan
Hal ini diduga karena faktor kebiasaan lama yang sulit dihilangkan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Di zaman serba modern seperti sekarang ini, ternyata masih ada sebagian masyarakat di Sleman yang melakukan buang air besar (BAB) sembarangan.
Hal ini diduga karena faktor kebiasaan lama yang sulit dihilangkan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni tak memungkiri masih ada sebagian warga kabupaten Sembada yang berak sembarangan.
Alih-alih memenuhi panggilan alamnya di kakus sebagaimana mestinya, mereka justru BAB di aliran sungai. Ini kebanyakan dilakukan oleh warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.
"Umumnya kalangan orang usia lanjut. Ini seperti sudah jadi kebiasaan mereka yang sulit dihilangkan. Padahal, sebenarnya mereka juga punya jamban di rumahnya," jelas Novita, Minggu (22/5/2016).
Dinkes dalam hal ini sebenarnya sudah menggencarkan berbagai penyuluhan dan kampanye gerakan Stop BAB Sembarangan.
Hanya saja, dari 86 desa yang ada di Sleman, masih ada 35 desa yang belum mendeklarasikan diri berhenti dari kebiasaan BAB tidak pada tempatnya tersebut.
Melalui kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, Dinkes juga melakukan pembangunan jamban di berbagai desa.
Namun demikian, sebagian masyarakat tetap saja belum mengubah kebiasaan buruk tersebut. Novita mengaku pihaknya tetap memiliki optimisme untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bertahap.
"Kami tetap berharap masyarakat bisa benar-benar 100 persen kebiasaan BAB sembarangan. Karena hal tersebut bisa menimbulkan penyakit," kata Novita.
Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman, Mafilindati Nuraini menegaskan, BAB sembarangan bisa berdampak penularan penyakit seperti diare, thypus dan hepatitis A. Saat ini, pencapaian akses penduduk menggunakan jamban mencapai 94,5 persen.
Menurutnya, angka tersebut sudah jauh di atas target nasional. Pasalnya jumlah masyarakat pengguna jamban di tingkat nasional baru mencapai 60 persen. Sementara di DIY sudah mencapai 89,5 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bab-di-sungai_20160522_233414.jpg)