Polisi Ringkus Dua Pelajar yang Lakukan Pembacokan di Maguwoharjo

Polisi menangkap keduanya setelah melakukan aksi pembacokan terhadap seorang pelajar, Krisnawan (16) dari sekolah yang berlainan.

Penulis: akb | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua pelajar dari satu SMK Swasta di Sleman harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Polisi menangkap keduanya setelah melakukan aksi pembacokan terhadap seorang pelajar, Krisnawan (16) dari sekolah yang berlainan.

Kedua pelaku, ADW (17) dan ATW (16) warga Depok Sleman, diamankan petugas Polsek Depok Timur secara terpisah. Dalam aksinya, kedua pelajar itu berbagi tugas.

"Satu pelaku membonceng yang melakukan (pembacokan), satunya lagi sebagai joki," jelas Kapolsek Depok Timur, AKP Andrey Valentino, Senin (16/5/2016).

ADW sebagai eksekutor atau pembacok korban. Sedangkan ATW sebagai joki sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomer polisi AB 2881 JM.

Kapolsek menerangkan, kejadian pembacokan bermula saat korban bersama satu orang rekannya melintasi Ring Road Utara dari barat ke timur, tepatnya di daerah Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (14/5/2016) dini hari.

Sesampainya di timur jembatan, tiba-tiba korban dipepet oleh kedua tersangka. ADW yang sebelumnya telah membawa senjata tajam (sajam)pedang langsung membacok korban yang memboceng.

Pelaku melakukan aksi pembacokan dengan posisi kendaraan berjalan secara membabi buta. Akibat aksi pelaku, korban menderita luka bacok di tangan kanan, serta tiga luka bacok di kaki kanan. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan korban ke Polsek Depok Timur.

"Setelah melalui penyelidikan. Kami menangkap dua pelaku pembacokan tidak lebih dari 24 jam," terang Kapolsek.

Kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda. Polisi menangkap ATW saat berada di sekolahnya, sedangkan ADW dibekuk di rumahnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti sajam pedang dan sepeda motor yang digunakan kedua pelaku saat menjalankan aksinya.

Dirinya mengungkapkan, jika antara pelaku dan korban sudah saling mengenal. Kedua pelaku nekat melakukan aksi pembacokan dikarenakan kesal dengan korban.

Untuk mencegah adanya aksi pembacokan terulang kembali, Kapolres Sleman, AKBP Yuliyanto, menyatakan pihaknya telah membentuk Satgas khusus.

Ia juga telah melakukan koordinasi di tingkat Polsek agar terus meningkatkan patroli untuk meminimalisir tindak kejahatan.

"Untuk yang (kasus pembacokan) Depok Timur ini, ternyata antara korban dan pelaku sudah saling mengenal sebelumnya, sehingga cukup membantu pengungkapan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved