Miras Oplosan Mematikan

Polisi di Wilayah Kota Yogya Ikut Buru Peracik Miras Oplosan Maut

Dari wilayah Kota Yogyakarta sendiri, sudah ada dua korban meninggal akibat miras oplosan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/usmanhadi
Barang bukti 81 botol miras oplosan ukuran 600 mili liter dari tangan Feriyanto. Feriyanto, warga Banguntapan yang diamankan kepolisian karena diduga menjual miras oplosan yang menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia, Minggu (15/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepolisian masih memburu penjual minuman minuman keras (miras) yang mengakibatkan beberapa orang meninggal.

Dari wilayah Kota Yogyakarta sendiri, sudah ada dua korban meninggal akibat miras oplosan.

Sujiyo, menjadi satu korban meninggal, setelah sebelumnya pesta miras bersama ketiga temannya, yakni Juweni, Aris Budiyanto alias Meri, Sutarti alias Srintil.

Selain itu ada pula Sabri warga Giwangan yang meninggal di RSUD kota Yogyakara, Sabtu (14/5/2016) kemarin.

Kapolsek Umbulhahrjo, Kompol Tri Adi Hari, saat ditemui di kantornya, Senin (16/5/2016) mengatakan bahwa saat ini ketiga korban miras yang masih dirawat dalam kondisi lemas dan mengalami pusing-pusing.

Pemeriksaan ketiganya untuk memburu pelaku pengedar miras oplosan pun hanya sebatas mencari keterangan lisan.

Namun saat ini kondisi ketiganya sudah membaik dan sudah diizinkan pulang, penyidik akan memanggil ketiganya untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Kompol Tri mengatakan, keempat pemabuk tersebut diduga membeli enam botol miras oplosan dari Robet alias Udik warga kasihan Bantul yang saat ini masih buron.

Dari informasi yang ia peroleh, ramuan miras tersebut campuran dari arak, minuman suplemen, dan minuman bersoda.

"Kami masih mencari peracik miras ini. Dari beberapa kasus korban meninggal baik di wilayah Kota Yogyakarta dan Bantul, dugaannya bermuara di Kasihan (Robet alias Udik)," paparnya.

Selain Sujiyo, Sabri korban meninggal lainnya juga diduga mendapatkan miras tersebut dari Udik, walaupun melalui tangan orang lain.

Dijabarkan Kapolsek, Sabri berencana membeli miras ke Sukirno. Namun karena Sukirno mengaku sudah tidak berjualan lagi, ia kemudian menghubungkan ke seseorang bernama Sigit Purnomo yang merupakan warga Banguntapan Bantul.

Oleh Sigit, Sabri mendapat miras, dan diminumnya sendiri. Diduga miras yang dijual Sigit juga berasal dari Robet alias Udik. Sigit yang sebelumnya juga sudah meminum miras itu juga turut meninggal. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved